Saham Apple, Google hingga Tesla Babak Belur, Rp 101.500 T Lenyap!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 13 Mei 2022 09:19 WIB
Woman looking stock market Data on smart phone
Foto: Getty Images/iStockphoto/Orientfootage
Jakarta -

Ketidakpastian ekonomi di 2022 telah menghapus lebih dari US$ 7 triliun atau setara Rp 101.500 triliun (kurs Rp 14.500) nilai pasar dari saham-saham unggulan di S&P 500. Indeks itu turun hampir 18% sejak akhir Desember 2021.

Dilansir dari CNN, Jumat (13/5/2022), hari ini S&P 500 turun 0,13% setelah penurunan 0,1% pada Kamis. Dow Jones Industrial Average turun sekitar 104 poin atau 0,3%.

Saham teknologi paling terpukul sangat keras seperti Apple (AAPL), Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), pemilik Google Alphabet (GOOGL), induk Facebook Meta Platforms (FB) dan Tesla (TSLA) milik Elon Musk semuanya merah. Netflix (NFLX) turun lebih dari 70%, berkinerja terburuk di S&P 500 tahun ini.

Menurut data dari firma riset Bespoke Investment Group, Nasdaq telah anjlok lebih dari 20% dalam 30 hari perdagangan terakhir. Penurunan sebesar itu hanya terjadi 11 kali sebelumnya dan sembilan dari penurunan itu terkait dengan resesi.

Investor sedang menunggu apa yang disebut kapitulasi, momen di mana sepertinya semua orang pasrah atau menyerah. Ketika sentimen berada di titik terendah, mungkin inilah saatnya untuk akhirnya mulai membeli lagi.

"Pasar mungkin hampir berada pada level itu," tulis pemberitaan tersebut yang mengukur indikator sentimen pasar.



Simak Video "Investasi Saham VS Aset Kripto"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)