GoTo Mau Lanjut Tambah Modal, Begini Gerak Sahamnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 16:33 WIB
Ilustrasi Gojek-Tokopedia
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) akan melakukan Penembahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka pengembangan usaha dan memperkuat permodalan perusahaan.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/5/2022), perusahaan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 118.436.392.950 lembar saham seri A atau sebesar maksimum 10% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor. PMTHMETD akan dilakukan dalam jangka waktu 1 tahun sejak RUPST untuk PMTHMETD tersebut dilaksanakan.

"Dana yang diperoleh akan digunakan oleh perseroan untuk mendukung kebutuhan modal kerja Perseroan, PT Tokopedia, PT Dompet Anak Bangsa dan/atau PT Multifinance Anak Bangsa," bunyi keterangan perusahaan.

Sementara, harga pelaksanaan saham baru perseroan tersebut paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler, sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru hasil PMTHMETD kepada BEI.

Setelah pelaksanaan PMTHMETD efektif, persentase kepemilikan saham dari pemegang saham saat ini akan mengalami penurunan (dilusi) sebesar maksimum 9,09%. Pelaksanaan PMTHMETD ini tidak akan mengakibatkan perubahan rasio hak suara saham seri B terhadap saham seri A.

Dikutip dari RTI, Saham GoTo sendiri ditutup pada level Rp 296 per saham hari ini. Saham GoTo turun sebanyak 2,63% dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 304 saham.

Saham perusahaan hasil merger ini bergerak di dua zona di mana bergerak di antara level tertinggi Rp 324 dan terendah Rp 286 per saham. Saat pembukaan, saham GoTo sempat melesat tinggi. Kemudian, turun naik dan berakhir di zona merah.

Transaksi saham GoTo cukup deras yakni mencapai 78.805 kali. Adapun volume saham yang ditrasaksikan mencapai 4,97 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,5 triliun.

(acd/dna)