Telkom 'Tekor' Investasi di GoTo, Wajar Nggak Sih?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 23 Mei 2022 16:45 WIB
GoTo
Foto: dok GoTo
Jakarta -

Investasi PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak usahanya Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menjadi sorotan beberapa waktu belakangan ini. Sebab, investasi tersebut mencatat kerugian yang belum terealisasi atau unrealized loss sebesar Rp 811 miliar. Wajar nggak sih?

Pakar Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Eddy Junarsin menilai kerugian investasi dalam bentuk unrealized loss seperti yang dialami oleh Telkom merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, sistem akuntansi saat ini mewajibkan kerugian yang belum direalisasi dari surat berharga yang disebabkan oleh turunnya harga pasar harus dicantumkan dalam laporan rugi laba meskipun sekuritas tersebut belum dijual.

"Jadi kira-kira begini. Itu kan ada pendapatan, kemudian ada biaya-biaya, laba operasional, pajak, laba bersih atau kerugian bersih. Nah, setelah itu ada satu item yang namanya other comprehensive income. Di situlah harus ditampilkan. Jadi ada unrealized loss in marketable securities. Misalnya saham GoTo yang pada waktu pelaporan negatif Rp 881 miliar. Nah itu, harus ditampilkan di other comprehensive income," jelas Eddy dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Eddy menambahkan, Telkom tentunya memiliki tujuan dan strategi khusus ketika memilih GoTo sebagai target investasinya. Termasuk, durasi waktu investasinya.

Ia meyakini sebagai BUMN, Telkom memiliki horizon investasi jangka panjang di GoTo. Itu sebabnya, unrealized loss yang terjadi pada kuartal I 2022 lalu berpotensi untuk mengalami rebound di masa depan.

"Kemarin ini kan sudah rebound. Bulan depan mungkin sudah tembus diatas Rp 300 lagi, pasar saham selalu dinamis. Jadi kalau untuk jangka panjang, ada harapan investasi Telkom itu akan naik," tuturnya.

(acd/dna)