Saham GoTo Mulai 'Gigit', Ini Pendorongnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 27 Mei 2022 09:35 WIB
Logo GoTo
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Setelah mengalami tekanan, saham emiten sektor teknologi kembali menunjukan 'taringnya'. Emiten Bukalapak pada penutupan 25 Mei mengalami kenaikan menjadi Rp 282. Emiten PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika di pekan lalu harga sahamnya sempat tertekan hingga Rp 190, pada penutupan 25 Mei emiten yang memiliki kode bursa GOTO sudah mencapai Rp 304.

Namun tak semua emiten teknologi mengalami kenaikan. Pada penutupan bursa 25 Mei, PT Trimegah Karya Pratama Tbk, PT. Sentral Mitra Informatika, PT Sentral Mitra Informatika Tbk. terus mengalami penurunan. Bahkan tekanan jual emiten tersebut menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB).

Kepala Ekonom BCA David E Sumual mengatakan saat ini siklus bisnis perusahaan teknologi baik global, regional, maupun Indonesia memang lagi kurang menguntungkan. Ini disebabkan karena sentimen kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh suku bunga The Fed yang akan terus mengalami kenaikan.

Bahkan suku bunga FED akan terus dikatrol hingga 3,5%. Pada saat suku bunga FED 0%, perusahaan startup dan teknologi mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Lanjut David, saat ini kenaikan yang terjadi di emiten sektor teknologi disebabkan selain karena optimisme ekonomi digital Indonesia bisa tumbuh, sebagian investor masih menilai fundamental perusahaan teknologi masih cukup baik. Ini dilihat dari pertumbuhan pendapatan yang masih cukup tinggi.

"Memang dari profitabilitas masih banyak yang belum positif. Investor saat ini sudah melihat fundamental perusahaan sektor teknologi yang solid. Saat ini investor pasar modal mencari emiten yang memiliki fundamental kuat dan memiliki bisnis yang masih terbuka lebar," papar David.

Lanjut David, sebenarnya investor pasar modal tak perlu khawatir untuk berinvestasi di emiten teknologi. Selama perusahaan teknologi tersebut masih bisa men-generate cash flow, usahanya masih berjalan sangat bagus, dan emiten tersebut masih dapat membuat ekosistemnya tumbuh, tentu prospek saham emiten teknologi masih sangat menjanjikan.

"Jika emiten tersebut memiliki fundamental yang kuat, harga sahamnya bisa berpotensi membaik. Jika fundamental jelek, tentunya akan terjadi seleksi alam. Semua perusahaan teknologi yang IPO di BEI memiliki prospek harga saham kembali naik. Siklus bisnis yang terjadi di perusahaan digital adalah konsolidasi," ungkap David.

Bersambung ke halaman selanjutnya.