Mitratel Mau Buyback Saham Rp 1 T, Bagaimana Prospeknya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Jun 2022 16:39 WIB
Menara Telkomsel
Ilustrasi/Foto: Telkom
Jakarta -

Kinerja PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel diproyeksi masih positif. Hal itu ditopang oleh pertumbuhan sektor telekomunikasi yang tinggi dalam lima tahun terakhir.

Prospek Mitratel juga ditopang oleh aksi korporasi seperti buyback saham senilai Rp 1 triliun dan rencana akuisisi 3.000 menara yang akan dilakukan pada semester II 2022.

"Pertumbuhan sektor yang tinggi tersebut terefleksi dalam performa pemain-pemain besar di sektor ini seperti TBIG, TOWR dan MTEL. Top line dan bottom line Mitratel selalu tumbuh dalam 3 tahun terakhir dengan angka pertumbuhan yang superior," jelas Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Alfred mengatakan, kelebihan Mitratel adalah perusahaan sebagai pemain terbesar sektor telekomunikasi, baik dari sisi jumlah dan juga luas cakupan menara telekomunikasi. Keunggulan ini menjadi daya tarik operator telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison , XL Axiata, dan lain-lain yang tengah fokus memperluas jangkauan jaringan sinyal telekomunikasinya.

Menurut Alfred, aksi korporasi buyback adalah aksi korporasi yang dilakukan emiten untuk memberikan sinyal optimisme perusahaan terhadap prospek perusahaan ke pasar. Harga saham Mitratel saat ini dianggap manajemen belum merefleksikan fundamental dan prospek perusahaan (undervalue).

Apalagi laporan keuangan kuartal I-2022 menunjukkan, Mitratel memiliki posisi kas yang sangat besar,yakni rasio kas 2,38x (perbandingan kas, setara kas dengan liabilitas jangka pendek). Ini berarti Mitratel memiliki kas yang berlebih, sehingga buyback menjadi bagian cara untuk mengoptimalkan kas perusahaan yang nganggur atau idle.

Alfred beranggapan anggaran buyback hingga Rp 1 triliun tidak begitu signifikan jika melihat posisi kas kuartal I-2022 yang sebesar Rp 18,6 triliun. Namun begitu, dampaknya akan menjadi katalis positif bagi harga sahamnya, dengan buyback hingga Rp 1 triliun berarti mencapai 10% dari saham publik atau cukup efektif menjadi stabilitas harga sahamnya di pasar.

Senada, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Roger MM mengatakan, langkah Mitratel melakukan buyback saham Rp 1 triliun merupakan hal yang tepat. Menurut Roger, Mitratel memiliki fundamental yang solid. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kinerja emiten hingga kuartal I-2022 yang mana mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 34% dan pendapatan naik hingga 21%.

Roger menyampaikan, emiten melakukan buyback karena pergerakan saham emiten berbanding terbalik dengan kinerja, sehingga momen yang tepat bagi emiten untuk melakukan buyback saat ini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan performa harga saham emiten.

"Dengan buyback maksimal Rp 1 triliun setidaknya emiten bisa mengembalikan harga sahamnya kembali ke harga IPO atau bahkan lebih," kata Roger.

Tonton juga Video: Kisah Dedy Delon, Air Mata di Balik Tawa Panglima Badut Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(acd/ara)