Kebijakan Putin Agak Longgar, Rubel Jadi 'Raja' Mata Uang

ADVERTISEMENT

Kebijakan Putin Agak Longgar, Rubel Jadi 'Raja' Mata Uang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 10:03 WIB
Bagaimana Sikap Uni Eropa atas Permintaan Pembayaran Gas Rusia dengan Rubel?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Mata uang Rusia rubel menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini, rubel meninggalkan level 60 rubel per dolar AS saat Rusia melonggarkan kontrol terhadap modal.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (9/6/2023), rubel Rusia telah menjadi mata uang dengan performa terbaik di dunia sepanjang tahun ini. Hal ini didukung oleh kontrol modal dan harga komoditas tinggi yang mendukung ekspor.

Rubel menguat sebanyak 2,2% terhadap dolar ke level 59,66 per dolar. Rubel bergerak menguat dari posisi sebelumnya di angka kisaran 60 hingga 62,25 per dolar.

Rubel juga tercatat menguat terhadap euro. Rubel naik 3% menjadi 63,47 per euro.

Rubel menunjukkan sedikit reaksi terhadap keputusan Rusia melonggarkan beberapa kontrol modal. Beberapa minggu setelah rubel menguat ke level tertinggi hampir lima tahun terhadap euro, Rusia mengizinkan perusahaan yang berfokus pada ekspor untuk mentransfer valas ke rekening luar negeri mereka dalam kondisi tertentu.

Pada saat yang sama, bank sentral menaikkan batas atas untuk transaksi lintas negara hingga US$ 150.000 per bulan, naik dari sebelumnya US$50.000.

"Nilai rubel sebagian besar masih ditentukan oleh neraca perdagangan, di mana situasinya tidak benar-benar berubah, ekspor tetap relatif tinggi, sementara impor runtuh," kata Evgeny Suvorov, ekonom di CentroCreditBank.





Simak Video "Inggris: Putin Sedang Coba 'Bekukan' Ukraina Agar Tunduk!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT