Tak Cuma Menara, Mitratel Mau Geber Bisnis Fiber Optic

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 17:47 WIB
Data Center Lulea
Ilustrasi Data Center
Jakarta -

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) akan terus mengembangkan bisnis non menara. Bisnis yang akan digeber yakni fiber optic dan egde infra solution.

Saat ini perusahaan sedang membangun sekitar 7.000 km jaringan fiber yang ditargetkan selesai semester II 2022.

"Kami tidak hanya berhenti pada penyediaan tower tapi masuk portofolio related tower seperti fiber optic untuk memastikan BTS quality of service yang baik, penyediaan power to tower dan egde infra solution atau mini data center yang dipasang pada tower," jelas Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Theodorus menambahkan tahap selanjutnya pembangunan mini data center atau edge infra solution yang menyasar para pengguna yang sensitif terhadap latensi.

"Kami akan kembangkan fiber optic, microcell, power to tower dan edge infra solution" jelas dia.

Selain itu, Mitratel masih memiliki peluang pertumbuhan yang sangat tinggi. Sebagai perusahaan dengan kepemilikan tower menara terbanyak yakni 28.577 unit menara, Mitratel akan meningkatkan tenancy ratio dan menambah jumlah menara melalui akuisisi.

"Jadi ruang kami untuk tumbuh masih sangat besar untuk meningkatkan tenancy ratio karena 58% tower kami ada di luar Jawa yang menjadi daya tarik operator telekomunikasi untuk memperluas jaringannya dan pertumbuhan ekonomi pesat di Sumatera, Kalimantan, dan lainnya," ujar dia.

Terkait buyback saham, Direktur Investasi Mitratel, Hendra Purnama mengatakan harga saham MTEL di pasar saat ini tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Hal itulah yang melatarbelakangi dilakukannya pembelian kembali saham Mitratel.

"Intensionnya terutama yaitu yang waktu kita announce adalah karena kita melihat ada gap antara valuation dengan yang ada di market saat itu," kata Hendra.

Dari komunikasi dengan kalangan investor, lanjutnya, banyak investor menilai fundamental Mitratel bagus yang tercermin dari laporan keuangan kuartal pertama. Namun harga di pasar tidak tercermin sehingga diputuskan buyback.

Anggaran yang disiapkan oleh perseroan mencapai Rp 1 triliun atau setara dengan 5,3% dari total modal disetor. Adapun waktu pelaksanaan buyback sendiri ditetapkan mulai dari 2 Juni sampai 2 September 2022 atau dalam 3 bulan ke depan.

(acd/dna)