Ant Group Milik Jack Ma Batal IPO, Saham Alibaba Jadi Korban

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2022 10:06 WIB
alibaba
Ant Group Milik Jack Ma Batal IPO, Saham Alibaba Jadi Korban/Foto: internet
Jakarta -

Saham Alibaba turun 8% pada Kamis (9/6/) setelah perusahaan afiliasinya yang bergerak di bidang keuangan, Ant Group mengumumkan tidak berkeinginan untuk menghidupkan kembali rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Sebelumnya, rencana IPO Ant Group, yang dikendalikan oleh miliarder pendiri Alibaba Jack Ma ditunda pada November 2020 setelah regulator khawatir dengan perusahaan ini. Pencatatan ganda di Hong Kong dan Shanghai yang dilakukan perusahaan disinyalir akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah.

Ant Group diperintahkan lebih dulu oleh regulator untuk memperbaiki bisnisnya agar mematuhi aturan China, termasuk mendirikan perusahaan induk keuangan.

Pada Kamis, regulator keuangan China dilaporkan telah memulai diskusi tahap awal tentang menghidupkan kembali rencana IPO. China dikabarkan sudah memberikan sinyal mengizinkan untuk IPO. Namun Ant Group mengatakan tidak ada rencana untuk IPO.

"Di bawah bimbingan regulator, kami fokus untuk terus bergerak maju dengan pekerjaan perbaikan kami dan tidak memiliki rencana untuk memulai IPO," kata juru bicara Ant Group dikutip dari CNBC, Jumat (10/6/2022).

Komisi Regulasi Sekuritas China (China Securities Regulatory Commission/CSRC) yang akan memberikan izin untuk IPO mengatakan pihaknya belum melakukan evaluasi dan pengkajian mengenai potensi IPO Grup Ant. CSRC menambahkan bahwa mereka mendukung perusahaan platform yang memenuhi syarat untuk go public di dalam dan luar negeri.

Penundaan IPO Ant Group senilai US$ 35 miliar atau Rp 510 triliun (kurs Rp 14.577) pada 2020 menandai awal dari 16 bulan pengetatan peraturan di sektor teknologi di China.

Tetapi ada tanda-tanda bahwa tindakan keras pemerintah China terhadap sektor teknologi mereda. Pihak berwenang di China dilaporkan hampir mengakhiri penyelidikan terhadap raksasa ride-hailing Didi. Didi go public di Amerika Serikat (AS) tahun lalu tetapi beberapa hari setelah itu, Didi menjadi subjek tinjauan keamanan siber oleh regulator China.

Bulan lalu, Wakil Perdana Menteri China Liu He menjanjikan dukungan untuk sektor teknologi dan rencana perusahaan internet untuk go public.

(ara/ara)