Mencermati Investasi Telkom di Saham GOTO, Sudah Sesuai Aturan?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 06:30 WIB
Telkomsel mulai melakukan upgrade layanan 3G ke 4G secara bertahap di 504 Kota/Kabupaten hingga akhir tahun 2022.
Foto: Telkomsel
Jakarta -

Management Telkom dan Telkomsel telah memenuhi panggilan Rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI untuk menelusuri investasi Rp 6,3 triliun yang dilakukan Telkomsel ke GoTo.

Direktur Utama PT Telkom Tbk, Ririek Adriansyah menjelaskan investasi ini sudah melalui kajian yang matang. Investasi di Gojek didorong oleh strategi perusahaan, potensi sinergi dan peluang kolaborasi antara Telkomsel dan Gojek.

Menurutnya, Gojek merupakan mitra yang tepat karena memiliki layanan digital & model bisnis yang jelas sehingga mendorong potensi sinergi yang kuat dengan Telkomsel. Keputusan investasi ini juga didorong dengan rencana merger antara Gojek dengan Tokopedia yang berpotensi menjadi Super-App pertama yang lahir di Indonesia.

Hal ini akan mendorong terbentuknya nilai sinergi yang lebih besar melalui integrasi pengguna dan penjual (merchant) di dalam Tokopedia juga para driver dan pelanggan Gojek. Lewat sinergi dengan Gojek yang memiliki sedikitnya 3 juta driver online misalnya, ada peluang besar bagi Telkomsel untuk meningkatkan basis pelanggan selularnya.

Di sisi lain, bisnis konvensional berupa layanan suara dan SMS Telkomsel menghadapi tantangan di tengah pergeseran pola masyarakat dari komunikasi berbasis suara dan SMS menuju komunikasi berbasis data/digital.

Menurut Ririek, bila Telkom lewat Telkomsel tidak mengambil langkah cepat melakukan peralihan bisnis, kelak BUMN Telekomunikasi ini akan tertinggal jauh dari para kompetitor.

"Investasi di telekomunikasi digital selaras dengan strategi penguatan tiga pilar: konektivitas digital, platform dan layanan digital," ujar Ririek dalam Rapat Panja Investasi BUMN pada Perusahaan Digital Komisi VI DPR RI, Selasa (14/6/2022) lalu.

Terpisah, Pengajar Hukum Persaingan Usaha, Hukum Kepailitan dan Analisa Ekonomi atas Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Ditha Wiradiputra mengatakan, jika dilihat dari prespektif bisnis, sejatinya investasi yang dilakukan Telkomsel di GoTo merupakan hal yang lazim dan wajar dilakukan sebuah perusahaan.

Bahkan sudah banyak perusahaan multi nasional besar dan swasta nasional ternama yang telah menanamkan uangnya di decacorn asal Indonesia tersebut.

Sudah sesuai aturan? Baca penjelasannya di halaman berikutnya.