Waspada! Dolar AS Diprediksi Bisa Tembus Rp 15.000 Sebentar Lagi

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 17 Jun 2022 13:59 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah akhirnya tembus ke level Rp 15.000. Ini adalah pertama kalinya dolar AS menyentuh level tersebut pada tahun ini.
Waspada! Dolar AS Diprediksi Bisa Tembus Rp 15.000 Sebentar Lagi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hampir tembus Rp 15.000. Mata uang Garuda terhadap dolar AS berada di rentang Rp 14.700-14.800an berdasarkan data Reuters.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan kemungkinan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah akan menyentuh level Rp 15.000. Itu diperkirakan terjadi pada pekan depan.

"Kalau rupiah tembus Rp 14.900, ada kemungkinan besar untuk mencapai Rp 15.000, itu sangat kuat di minggu depan. Untuk mencapai Rp 15.000 itu harus menyentuh dulu Rp 14.900," kata Ibrahim kepada detikcom, Jumat (17/6/2022).

Dolar AS perkasa terhadap rupiah dikarenakan bank sentral AS atau The Fed menaikkan bunga acuan 0,75% menjadi 1,5-1,75%. The Fed menaikkan bunga acuan demi menekan inflasi yang melonjak di negara itu.

"Kenaikan suku bunga ini membuat dolar AS terus mengalami penguatan dan rupiah kemungkinan menyentuh level Rp 15.000," jelas Ibrahim.

Inflasi yang tinggi disebabkan karena perang Rusia dan Ukraina yang sampai saat ini belum ada kepastian untuk berhenti. "Selain itu embargo yang dilakukan Eropa dan AS kepada Rusia ini pun membawa satu bencana tersendiri sehingga wajar lah kalau bank sentral menaikkan suku bunga," tuturnya.

Analis Komoditas Ariston Tjendra menambahkan, bahwa peluang dolar AS mencapai level Rp 15.000 terbuka tahun ini. Meski begitu, pelemahan nilai tukar disebut akan bergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) menanggapi kenaikan suku bunga The Fed dan pengendalian inflasi pemerintah.

"Kalau minggu depan BI menaikkan suku bunga, paling tidak bisa menahan pelemahan agar tidak tambah dalam. Jadi suku bunga acuan BI bisa mengimbangi suku bunga acuan AS," kata Ariston.

"Inflasi juga menjadi sorotan. kalau pemerintah bisa mengendalikan inflasi, ini bisa menambah kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia," tambahnya.

(aid/ara)