ADVERTISEMENT

BTN Mau Terbitkan Saham Baru Rp 4,9 T, Duitnya buat Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 05 Jul 2022 16:16 WIB
Teller melayani nasabah untuk bertransaksi di Kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Bank BTN berfokus bagaimana penyaluran dana PEN dapat mendorong industri pembangunan perumahan dapat terus bergerak dalam rangka mendongkrak ekonomi nasional dan masyarakat tetap dapat memiliki rumah di masa pandemi COVID-19.  Dana PEN yang ditempatkan di Bank BTN salah satunya telah disalurkan dalam bentuk  subsidi bunga KPR  dan UMKM dengan jumlah kurang lebih mencapai 1,15 juta debitur dengan nilai sekitar Rp2,49 triliun.
BTN Mau Terbitkan Saham Baru Rp 4,9 T, Duitnya buat Apa?/Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) akhirnya mengantongi izin untuk menambah modal. Dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI telah disetujui usulan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait Penyertaan Modal Negara 2023 dan inisiatif tambahan modal sejumlah BUMN melalui skema rights issue.

BTN merupakan salah satu BUMN yang akan mendapat tambahan modal Rp 2,98 triliun. Anggota Komisi VI DPR Evita Nursyanti mengungkapkan BUMN merupakan garda terdepan untuk menjalankan agenda pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah.

"Kami dukung dan setujui usulan PMN yang diajukan Kementerian BUMN," kata dia dalam raker, dikutip Selasa (5/7/2022).

Seluruh fraksi mendukung usulan tersebut. Meskipun ada beberapa BUMN yang harus mendapat catatan seperti Krakatau Steel, Garuda Indonesia, dan Kereta Api. Setelah mengantongi restu dari Komisi VI DPR RI, langkah selanjutnya adalah menunggu lampu hijau dari Kementerian Keuangan.

Mengacu ke pagu PMN yang diterima BTN senilai Rp 2,98 triliun, maka nilai penerbitan saham baru atau rights issue diperkirakan mencapai Rp 4,96 triliun. Jumlah tersebut untuk mempertahankan porsi kepemilikan pemerintah di BTN sebesar 60%. Sisanya berasal dari investor publik dengan proporsi 40%.

Dihubungi terpisah, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai keputusan PMN untuk BTN merupakan langkah tepat dan bernilai strategis. Yang diuntungkan bukan hanya BTN dalam bentuk penguatan modal dan kapasitas pembiayaan lebih besar.

"Yang paling banyak menikmati manfaat dari tambahan modal adalah segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," jelas dia.

Dia menyebutkan, perseroan akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menyalurkan kredit subsidi sekaligus menekan angka backlog perumahan sebagaimana agenda besar pemerintahan Jokowi dalam program Sejuta Rumah Rakyat.

"Sektor riil juga ikut ketiban berkah, karena pertumbuhan sektor properti bisa berdampak langsung terhadap 174 sektor usaha lainnya. Dan sektor ini terbukti mampu membangkitkan ekonomi nasional pasca pandemi," ujar dia.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT