ADVERTISEMENT

Ditinggal Pengendalinya, Emiten Ricky Harun Cari Investor yang Baru

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 14 Agu 2022 10:00 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Emiten manufaktur aluminium ekstrusi, baja ringan, Pipa PVC dan sanitari, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

HK Metals Utama sebelumnya diberitakan telah mengangkat Ricky Chilnady Pratama atau aktor yang lebih kenal sebagai Ricky Harun. Emiten ini sendiri tidak ada hubungannya dengan BUMN Hutama Karya.

Direktur Utama HKMU Muhamad Kuncoro mengatakan per Maret 2022 saham HKMU 100% dikuasai oleh investor publik. PT Hyamn Sukses Abadi (HSA) yang sebelumnya menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) memutuskan melepas semua sahamnya di HKMU per 31 Januari 2022.

Kondisi ini turut menjadi perhatian dari BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Diketahui saham HKMU tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2018.

Kuncoro mengatakan sampai saat ini manajemen kesulitan berkomunikasi dengan HSA untuk kembali menjadi PSP. Berbagai upaya telah dilakukan dalam membangun kembali komunikasi dengan HSA, tapi nihil tanggapan.

"Seperti yang pernah kami sampaikan dalam Keterbukaan Informasi bulan Maret 2022, dikarenakan kesulitan dalam komunikasi ini, besar kemungkinan HSA tidak berencana menjadi PSP kembali. Maka kami akan fokus dengan calon pengendali baru lainnya," kata Kuncoro dalam keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Kuncoro juga menjelaskan mengenai pembatalan rencana right issue. "Dari hasil penjajakan dengan beberapa calon PSP baru, beberapa menyatakan keberatan dengan rencana right issue yang sudah disetujui dalam RUPSLB 7 Oktober 2021 karena kebijakan ini diputuskan oleh PSP sebelumnya," imbuhnya.

Kuncoro mengklaim sampai saat ini tidak ada dampak operasional bagi perseroan dengan adanya perubahan pengendali. Aktivitas perseroan disebut tetap berjalan normal dan menunjukkan hasil positif.

"Tidak terdapat pelanggaran terhadap pemenuhan pembatasan fasilitas kredit dari bank karena tidak ada pembatasan terkait perubahan pengendali. Prioritas kami saat ini ialah segera mendapatkan PSP baru," ucapnya.

Kuncoro mengatakan seluruh jajaran komisaris dan direksi juga berkomitmen penuh menjalankan perusahaan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus menjaga kepercayaan publik dan investor.

Salah satu hasil rapat yakni mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2021 dan persetujuan pembatalan rencana penambahan modal dengan menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang sebelumnya telah disetujui dalam RUPSLB 7 Oktober 2021.

Perseroan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham lantaran pada 2021 HKMU masih mencetak rugi bersih Rp 230,54 miliar, dari tahun 2020 rugi bersih Rp 221,51 miliar. Sementara itu pendapatan HKMU mencapai Rp 389,71 miliar, turun 30,40% dari tahun sebelumnya Rp 559,95 miliar.



Simak Video "Mengenal Bagan, Alat Tangkap Ikan Nelayan Anambas"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT