Waskita hingga Adhi Karya Bakal Rights Issue, Ini Target Pemerintah

ADVERTISEMENT

Waskita hingga Adhi Karya Bakal Rights Issue, Ini Target Pemerintah

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2022 07:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta restu Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk Penyertaan Modal Negara (PMN) melalui rights issue empat BUMN dan satu BUMN melalui penjualan saham.

"Izinkan kami memaparkan mengenai program tahunan privatisasi tahun 2022 khususnya akan membahas beberapa BUMN terkait right issue PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Tbk), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Semen Kupang (Persero)," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI, di Gedung DPR RI, Senin (29/8/2022).

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban menjelaskan rincian satu per satu target terkait right issue, PT Adhi Karya (Persero), dilaporkan suntikan modal sebesar Rp 1,98 triliun, sedangkan porsi publik Rp 1,89 triliun. Right issue direncanakan untuk dilakukan Oktober tahun ini.

"Privatisasi dilakukan right issue, pemerintah akan ambil haknya melalui PMN sebesar Rp 1,98 triliun pada saat ini kondisi Adhi harus menyelesaikan berbagai proyek strategis antara lain jalan tol, dan kawasan industri namun penggunaannya untuk 3 proyek," jelasnya.

Sementara, PT Waskita Karya (Persero) metode dan jadwal rights issue dan direncanakan pelaksanaan pada November 2022. Adapun suntikan modal yang didapatkan oleh Waskita Karya sebanyak Rp 3 triliun. Target untuk publik 0,9 triliun.

"Dengan skema right issu diharapkan dengan ketersediaan modal kerja, Waskita lebih baik. Hingga kuartal II-2022 Waskita Karya berhasil lakukan divestasi sebanyak 5 ruas toll. Terjadi perbaikan kinerja keuangan perusahaan dengan penurunan kerugian tahun 2021 dari tahun 2020 kerugian Rpp 9,3 triliun tahun 2021 menurun jadi Rp 1,8 triliun," ungkapnya.

Suntikan modal Rp 3 triliun, akan digunakan biayai proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Tol Ciawi-Sukabumi privatisasi.

"Kami lakukan untuk memperkuat, struktur permodalan dari perseroan jadi bisa bantu Waskita selesaikan proyek yang sedang dikerjakan," terangnya.

Kemudian, untuk rights issue BTN rencananya akan dilakukan November 2022 juga. Adapun total PMN yang diberikan pemerintah Rp 2,48 triliun. Target untuk publik sebesar 1,65 triliun. Jadi totalnya untuk rights issue BTN Rp 4,13 triliun.

"Rights issue BTN Rp 4,13 triliun digunakan untuk memperkuat CAR Tier-1 BTN sehingga total CAR di 2025 dapat terjaga di atas 15,4%. Penyaluran KPR dengan target 1,32 juta unit rumah selama 2022-2025. Penguatan modal dan dana right issue akan meningkatkan kemampuan bisnis BTN terutama dalam penyaluran KPR yang akan didukung pencapain target prioritas Nasional di Bidang Perumahan," papar Rio.

Lebih lanjut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan melakukan right issue melalui inbreng PMN dari PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Inbreng yang dimaksud di sini, PT Semen Indonesia akan melakukan rights issue, dalam hal itu pemerintah ikut dalam skema tersebut namun bukan menyuntikkan dalam bentuk modal. Tetapi caranya dengan memindahkan semua saham pemerintah di PT Semen Batubara ke PT Semen Indonesia.

Terakhir, berbeda dengan PT Semen Kupang (Persero) di mana, negara akan menjual 100% saham PT Semen Kupang kepada investor. Pemerintah sendiri saat ini memegang 61,48%, Bank Mandiri 37,39%, dan Pemprov NTT 1,12%.



Simak Video "Tok! Eks Pejabat Waskita Karya Divonis 4 Tahun Bui di Kasus Korupsi IPDN"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT