ADVERTISEMENT

DPR Pesimistis Rights Issue Waskita Bakal Laku

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 12 Sep 2022 18:12 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bulan November mendatang, PT Waskita Karya (Persero) bakal melakukan rights issue. Hal ini dilakukan untuk menampung dana penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 3 triliun dan juga menampung modal dari publik sekitar Rp 980 miliar.

Di sisi lain, beberapa anggota Komisi XI DPR justru mengaku pesimistis target penyerapan dana Rp 980 miliar dari masyarakat akan tercapai. Apalagi melihat kondisi ekonomi yang belum pulih benar dan juga kondisi perusahaan yang masih merugi.

"Rasanya kalau dilihat dengan situasi sekarang Rp 900 miliar nggak akan terpenuhi lah ini, tapi kan sudah dihitung kita butuh Rp 3,9 triliun (dari rights issue) pemerintah masuk Rp 3 triliun, dan Rp 900 miliaran itu publik, cuma saya kira itu tak akan terpenuhi," ujar anggota Komisi XI Gus Irawan Pasaribu dalam rapat kerja yang dilakukan dengan Direksi Waskita Karya, Senin (12/9/2022).

Gus Irawan pun sontak mempertanyakan apabila tak bisa dipenuhi, Waskita akan mengambil langkah seperti apa. Apalagi kalau sampai dana Rp 900 miliaran itu juga masuk ke dalam tambahan modal kerja.

"Pertanyaannya, kalau tak terpenuhi yang Rp 900 miliar itu ditutup dari mana lagi pak Dirut? Cuma kan dananya tetap harus dipenuhi oleh publik, itu dana dari mana tutupnya," sebut Gus Irawan.

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono menjelaskan untuk penyelesaian jalan tol penugasan semuanya sudah ditanggung lewat penyertaan modal negara alias PMN di tahun 2021 dan 2022.

Destiawan mengatakan apabila target penyerapan modal publik tidak tercapai, maka pihaknya akan mencari opsi lain untuk memenuhi hal tersebut. Salah satu opsinya adalah melakukan pinjaman.

"Seandainya tidak kami dapatkan yang Rp 900 miliar kami harus datang ke bank lakukan pinjaman," jawab Destiawan dalam rapat yang sama.

Destiawan juga mendapatkan pertanyaan lain dari anggota komisi lainnya, Misbakhun. Misbakhun mempertanyakan sejauh ini seperti apa minat pasar terhadap rights issue Waskita. Apalagi, Destiawan mengaku sudah melakukan pertemuan dengan analis keuangan dan melakukan survei pasar.

"Apakah masih ada minat publik untuk mengambil rights issue itu pak? Pandangan konsultan keuangan seperti apa sejauh ini," tanya Misbakhun.

Destiawan menjawab sejauh ini mapping yang dilakukan oleh pihaknya di pasar menunjukkan masih banyak peminat saham Waskita. Salah satu faktornya adalah harga saham yang masih murah.

"Karena nilai yang ada saat ini masih dianggap rendah," kata Destiawan.

Destiawan mengatakan penyehatan pun dilakukan oleh perusahaan. Tren keuangan pun telah membaik. Meskipun pendapatan turun namun laba dari perusahaan perlahan-lahan meningkat.

"Tren keuangan kinerja Waskita lebih baik juga jadi dasar investor ambil saham," ungkap Destiawan.



Simak Video "Wanita Emas Sempat Minta Dirawat RS Sebelum Ditahan Kejagung"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT