Inggris Krisis, Pound Sterling 'Jadi Korban' Lengser ke Rp 16.300

ADVERTISEMENT

Inggris Krisis, Pound Sterling 'Jadi Korban' Lengser ke Rp 16.300

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 10:40 WIB
Pound Sterling
Inggris Krisis, Pound Sterling Lengser ke Rp 16.300/Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Nilai tukar pound sterling mengalami koreksi cukup tajam terhadap mata uang dunia termasuk rupiah. Sentimen utamanya karena pasar khawatir dengan kondisi stabilitas keuangan Inggris yang sedang menghadapi krisis biaya hidup.

Dikutip dari Reuters, Selasa (27/9/2022), nilai tukar pound sterling terus jatuh sejak sepekan ini. Nilai tukar pound sterling yang sempat menyentuh Rp 16.900, kemarin ditutup di level Rp 16.167.

Sampai pukul 10.25 WIB, pound sterling hari ini berada di level Rp 16.322. Posisi ini merupakan titik terendah sejak 2016 di mana saat itu nilai pound sterling Rp 15.774.

Tak hanya melemah terhadap rupiah, pound sterling juga keok lawan dolar Amerika Serikat (AS). Dilansir CNN, pound sterling merosot 5% menjadi US$ 1,03.

Mantan Kanselir Inggris Tory Lord Ken Clarke mengungkapkan jika kebijakan yang ditempuh pemerintah Inggris membuat pound sterling merosot ke level terendah.

Melemahnya pound sterling sejalan dengan indikator ekonomi di Inggris yang melemah. Tak hanya itu, euro juga tercatat mencapai level terendah selama 20 tahun terakhir.

Kepala ekonom di ACY Securities, Clifford Bennet menyebut jika perang Rusia dan Ukraina kembali eskalasi maka akan ada penurunan lebih tajam untuk euro dan pound sterling. Yuan China juga turun 0,5% atau mencapai level terendah selama 28 bulan terakhir.

"Orang tidak boleh meremehkan krisis yang terjadi di seluruh Eropa. Saat ini euro dan pound sterling lebih rentan dibanding mata uang lainnya," jelas dia.

Simak Video: Poundsterling Terjun Bebas ke Level Terlemah Dalam 37 Tahun Terakhir

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT