Dolar AS Ngamuk, Tempe Sampai Laptop Bisa Makin Mahal!

ADVERTISEMENT

Dolar AS Ngamuk, Tempe Sampai Laptop Bisa Makin Mahal!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 15:07 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan hingga menembus rekornya selama satu tahun belakangan ini. Nilai tukar rupiah tembus level Rp 9.849/US$, pada Senin (27/5/2013) kemarin. file/detikfoto
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu terakhir terus mengalami penguatan. Hal ini membuat rupiah tertekan dan melemah.

Hari ini dolar AS hampir menyentuh Rp 15.300. Banyak penyebab yang membuat menguatnya dolar AS ini.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan dengan makin mnguatnya dolar AS ini maka ada barang-barang yang akan semakin mahal.

Dia menyebutkan, misalnya kedelai yang memang digunakan untuk bahan baku pembuatan tempe dan tahu. "Kalau dolar mahal tempe dan tahu juga bisa jadi mahal karena kedelainya kan impor," kata dia saat dihubungi, Jumat (30/9/2022).

Ibrahim mengungkapkan bahan makanan lain seperti gandum yang merupakan bahan baku tepung terigu juga akan mengalami kenaikan.

Selain itu harga barang elektronik juga akan naik. Seperti laptop, handphone dan barang elektronik lainnya.

"Barang elektronik juga akan naik harganya, karena barang impor. Ini akan tinggi karena menguatnya dolar AS," ujar dia.

Ibrahim mengungkapkan, fluktuasi nilai tukar rupiah ini ini terjadi karena beberapa sentimen eksternal. Di dalam negeri, kondisi fundamental perekonomian masih cukup baik.

Mulai dari angka inflasi di Amerika Serikat (AS) yang diprediksi 8,5%. Lalu adanya isu sabotase pipa gas hingga isu referendum yang dilakukan oleh Rusia di sejumlah wilayah di Ukraina.

Sedangkan dari Asia ada isu kudeta Presiden China Xi Jinping oleh jenderal militer. "Kondisi perpolitikan di China ini juga turut membuat gonjang-ganjing ekonomi negara itu. Kemudian ditambah kasus COVID-19 yang juga belum selesai," kata Ibrahim.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT