Erick Thohir Buka-bukaan BUMN yang Sudah IPO, Ada 6 yang Disorot

ADVERTISEMENT

Erick Thohir Buka-bukaan BUMN yang Sudah IPO, Ada 6 yang Disorot

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 28 Okt 2022 06:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penandatanganan dokumen operasional komersial Bandara Kualanamu oleh AP II dan APA di Sarinah
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir/Foto: Dok. Kementerian BUMN
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendorong perusahaan pelat merah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, di sisi lain ada tantangan yang cukup berat bagi BUMN setelah melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).

Erick menjelaskan, dirinya memang terus mendorong BUMN untuk melakukan IPO karena tidak cukup hanya memperbaiki bisnis proses, tetapi juga harus mencari pencapaian lain untuk meningkatkan kinerja.

"Saya sangat mendorong sejak awal semua perusahaan BUMN selain memperbaiki bisnis prosesnya, tetapi juga saya dorong untuk mencari strategic partner, private sector dan tetap membangun enterprise tetapi juga mendorong masuk bursa," ujarnya dalam acara CSA AWARDS 2022 di Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).

"Dengan masuk bursa check and balance, good corporate governance terjadi," lanjutnya.

Erick juga mengatakan saat ini porsi BUMN di bursa juga telah meningkat. Dengan begitu, perusahaan memiliki ekosistem sendiri, tidak lagi bergantung dengan negara lain. Sumbangsih BUMN di bursa juga diklaim telah meningkatkan pertumbuhan BEI.

"Alhamdulillah hasil hari ini porsi BUMN di bursa baik dari capital pasar maupun segi tentunya nilai transaksi terus membaik kurang lebih sekarang 23%. Di market, dari 10 (emiten) ada 4 BUMN. Belum lagi perusahaan-perusahaan BUMN yang sedang konsolidasi membangun ekosistem besar kita tidak mungkin, kita terus mendiamkan diri terjebak di sebuah ekosistem yg dibangun china atau amerika kita harus membangun ekosistem kita sendiri," tuturnya.

Kemudian dari sisi capital gain return hingga dividen juga meningkat. Dengan capaian itu, Erick mengaku hal ini patut dibanggakan, di samping BUMN yang selama ini dicap sebagai perusahaan dengan penuh utang atau korup.

"Hasil kumulatif dari pada kinerjanya, BUMN dibandingkan mohon maaf, bolehlah bangga-banggain sedikit, kan selama ini persepsinya korup, utang gitu lho. Di sini kita bisa lihat, kumulatif daripada capital gain return-nya bagus 18%. Dan kumulatif dividen tiga tahun terakhir Rp 105 triliun, ini sebuah basic penilaian. Saya rasa patut kita banggakan sama sama karena sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia ada di BUMN," jelasnya.

Erick Thohir bicara BUMN yang IPO tapi loyo. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT