BUMI Cetak Laba Rp 5 Triliun Kuartal III

ADVERTISEMENT

BUMI Cetak Laba Rp 5 Triliun Kuartal III

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 03 Nov 2022 20:24 WIB
PT Bumi Resources Minerals Tbk mendapatkan hasil positif dari proyek tambang emasnya di Blok Poboya. Total cadangan mineralnya mencapai 14,2 juta ton bijih.
Foto: Dok. Bumi Resources Minerals
Jakarta -

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak laba bersih sebanyak US$ 365,5 juta atau sekitar Rp 5,69 triliun (asumsi kurs RP 15.600) pada kuartal III 2022. Laba tersebut meroket sebanyak US$ 301,8 juta atau 437,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak US$ 63,7 juta.

Dikutip dari keterangan tertulis BUMI, Kamis (3/11/2022), pendapatan perusahaan tercatat US$ 6.258,8 juta atau US$ 6,25 miliar di kuartal III 2022. Pendapatan BUMI naik 66,7% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 3,75 miliar.

Sementara, beban pokok pendapatan tercatat US$ 4,42 miliar atau naik 57,4% dibanding sebelumnya US$ 2,80 miliar. Kemudian, beban usaha tercatat US$ 201,9 juta atau naik sebanyak 6,3% dibanding periode sebelumnya US$ 189,9 juta.

Dalam keterangan itu dijelaskan, perusahaan dihadapkan sejumlah tantangan yakni penjualan yang turun, inflasi, kenaikan royalti yang signifikan, dan prioritas domestik market obligation (DMO). Meski demikian, dampak masalah tersebut dapat dimitigasi oleh kenaikan harga batu bara yang tajam.

"Dampak ini sebagian besar dimitigasi oleh kenaikan tajam 89% harga batubara (US$ 118,7/t vs US$62,8/t yoy) dibuktikan dengan peningkatan pendapatan US$ 6,26 miliar vs US$ 3,75 miliar yoy," bunyi keterangan perusahaan.

Dalam keterangan itu juga dijelaskan, BUMI telah mengumumkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada September 2022 untuk meminta persetujuan atas penerbitan saham PMTHMETD senilai US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 24 triliun dengan jumlah 200 miliar saham seharga Rp 120/saham.

"RUPSLB berhasil diadakan pada tanggal 11 Oktober 2022, dana hasil dari PMTHMETD tersebut telah diterima dan pembayaran sisa utang PKPU telah dilaksanakan, perusahaan saat ini kini dikendalikan bersama oleh Grup Bakrie & Grup Salim," bunyi keterangan lebih lanjut.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT