ADVERTISEMENT

Emiten Properti Wulandari Kantongi Dana IPO Rp 275 M, Begini Prospeknya

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 09 Nov 2022 11:15 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BBSK), perusahaan di bidang properti dan real estat berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada Selasa (8/11).

Pada saat perdagangan perdana, saham BSBK mengalami auto reject atas (ARA)nkarena naik 35%. Wulandari Bangun Laksana melepas 2,750 miliar lembar saham atau 12,09% dari modal ditempatkan dan disetor penuh usai IPO. Harga saham IPO BSBK Rp 100 per saham dengan total penghimpunan dana Rp 275 miliar.

Direktur Operasional Wulandari Bangun Laksana, Tjia Daniel Wirawan mengatakan perusahaan yang berdiri sejak 2005 memiliki dan mengelola kawasan dengan nama Balikpapan Superblock. Ini merupakan kawasan komersial terpadu dan hunian dengan luas 14 hektare (ha).

"Konsep pengembangan kami adalah pengembangan properti berskala besar yang terdiri dari ritel, hunian dan area komersial dalam sebuah kompleks bangunan yang dirancang dengan mengusung tema One Stop Living," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/11/2022).

Tjia menjelaskan, dalam menjalankan bisnisnya, Wulandari Bangun Laksana memiliki visi menjadi perusahaan properti berskala nasional dan berkualitas internasional. Adapun misi yang diusung yakni berkomitmen membangun produk dan pelayanan yang berkualitas dan bernilai tambah untuk kepuasan konsumen (pembeli, penyewa, penghuni, pengunjung).

"Membangun dan melatih SDM yang berkualitas, berdampak positif kepada pembangunan kota dan lingkungan serta mendukung visi kota Balikpapan: Kubangun, Kujaga, dan Kubela," terang Tjia.

Wulandari Bangun Laksana telah menjual unit apartemen dan kondotel. Perusahaan juga memiliki pusat perbelanjaan yang disewakan bernama Mall Ewalk dan Mall Pentacity Shopping Venue, gedung perkantoran PAM Tower gedung yang disewakan menjadi hotel bintang 5 yaitu Grand Jatra Hotel, Astara Hotel, dan hotel bintang 2 yaitu J-Icon Hip Hotel.

"Dari semua bisnis yang dijalankan ini, Wulandari Bangun Laksana pada tahun 2019 hingga Maret 2022 mengalami kecenderungan peningkatan yang cukup signifikan. Kenaikan ini terutama disebabkan karena adanya penilaian kembali atas aset tetap dan aset properti investasi yang dimiliki Perseroan," jelas Tjia.

Tjia mengemukakan, BSBK secara fundamental, menunjukkan performa positif dan daya tahan sebelum dan selama pandemi. Rasio EBITDA Margin Perseroan, misalnya, selama tiga tahun terakhir dari 2019 hingga 2021 masing-masing 3,5% , 29,4%, dan 494,3%. Perseroan mencatatkan Return on Assets (ROA) dari tahun 2019 hingga 2021 masing-masing sebesar -7,68%, -11,19% serta 55,81%.

"Kami optimis, saham BSBK ke depan sangat menarik untuk investor selain fundamental yang bagus dan berkesinambungan, status perusahaan yang sedang dalam mode ekspansi, serta prospek pengembangan bisnis juga terbuka lebar ," katanya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT