Ternyata Ini Biang Kerok Harga Saham GOTO Gonjang-ganjing

ADVERTISEMENT

Ternyata Ini Biang Kerok Harga Saham GOTO Gonjang-ganjing

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 08 Des 2022 16:07 WIB
Public Ekspose GoTo
Foto: Screenshoot YouTube Gojek
Jakarta -

Harga saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan penurunan dalam beberapa hari terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersamaan dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data BEI, pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis ini (8/12/2022), saham GOTO diparkir di level Rp 100/saham, turun 6,54% atau terkena auto reject bawah (ARB).

Sementara itu, IHSG juga ditutup turun 0,97% di level 6.752. Koreksi indeks saham acuan di pasar modal Indonesia ini juga sudah terjadi dalam 6 hari terakhir sejak 1 Desember 2022, begitu pun juga dengan saham GOTO yang memiliki kapitalisasi pasar Rp 118 triliun dan termasuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun alias big caps.

Dalam Paparan Publik Insidentil (Incidental Public Expose) di Jakarta, Presiden GoTo Group, Patrick Cao menjelaskan faktor utama yang membuat harga saham perusahaan mengalami koreksi sejak awal Desember lalu.

Menurut dia, fluktuasi harga saham, sama seperti laju saham perusahaan publik (emiten) lainnya, pergerakannya menjadi mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk sentimen pasar. Jadi tak hanya kinerja perusahaan, melainkan juga tidak terbatas pada kondisi makro ekonomi, pasar modal dan kompetisi industri.

Dengan berakhirnya periode lock-up atau masa penguncian saham sejak April-November atau 8 bulan setelah perusahaan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO), ada kenaikan dalam jumlah saham yang beredar di pasar, yang mengakibatkan peningkatan transaksi jual beli saham.

Menurut dia, hal ini dapat dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain investor awal yang masuk di harga saham yang lebih rendah yang merealisasikan keuntungan. Kemudian, berakhirnya masa investasi atau fund life untuk investor finansial, dan kebutuhan likuiditas di akhir tahun atau kebutuhan likuiditas lainnya

"Banyak dari variabel ini merupakan hal-hal di luar kontrol dan pengetahuan perusahaan," tegasnya dalam keterangannya tertulisnya.

Oleh karena itu, katanya, perseroan akan terus fokus untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, melalui produk dan layanan berkualitas, meningkatkan engagement dari quality users, serta melakukan kegiatan bisnis secara lebih efisien, untuk mempercepat langkah kami menuju profit.

Selain itu, kami juga terus melakukan penjajakan dengan investor potensial baru, terutama menuju peluang masuknya GoTo ke dalam indeks global di paruh pertama tahun 2023.

"Semua langkah-langkah ini kami lakukan untuk memberikan manfaat dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk para pemegang saham kami," ujarnya.

Total selama 9 bulan tahun ini, GTV GoTo menembus Rp 451,47 triliun dari periode yang sama tahun tahun lalu Rp 324,94 triliu (proforma), naik 38,94%, sedangkan pendapatan kotor juga naik 42,01% menjadi Rp 16,63 triliun dari sebelumnya Rp 11,71 triliun (proforma).



Simak Video "GoTo PHK Massal 1.300 Karyawan, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT