Beban Gaji Rp 11 T, GOTO: Sebagian Besar Kompensasi Saham

ADVERTISEMENT

Beban Gaji Rp 11 T, GOTO: Sebagian Besar Kompensasi Saham

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 08 Des 2022 18:33 WIB
Logo GoTo
Foto: Shutterstock
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) buka-bukaan soal beban gaji karyawan yang harus dipikul. Dalam laporan keuangan kuartal III-2022, tercatat beban gaji perusahaan mencapai Rp 11,28 triliun.

Direktur dan Chief of Human Resources Officer GOTO Melissa Siska Juminto menjelaskan sebagian besar atau lebih dari gaji karyawan ada yang merupakan kompensasi berbentuk saham. Hal itu bagian dari opsi saham bagi karyawan saat melakukan penawaran perdana umum atau IPO pada September 2022 lalu.

"Sebagian besar atau lebih dari setengah dari kompensasi yang kami berikan selama 9 bulan yang berakhir pada 30 September 2022 adalah dalam bentuk alokasi berbasis saham sebagaimana diketahui kami melakukan IPO di tahun 2022 dan sebagian dari proses tersebut kami memberikan alokasi opsi saham bagi para karyawan," terangnya dalam public expose GOTO secara virtual, Kamis (8/12/2022).

Kompensasi dalam bentuk saham ini bukan merupakan item tunai. Bahkan tidak diberikan pada hari yang sama ketika diberikan.

"Kompensasi berbasis saham ini biasanya didistribusikan selama periode 4 tahun dan tidak secara langsung one go atau pada hari ini,"ujarnya.

GOTO juga telah melakukan pengelolaan biaya di antaranya untuk mengimplementasikan kontrol ketat dalam rekrutmen, membatasi perjalanan dinas, melakukan perampingan organisasi termasuk control services dan juga fungsi-fungsi korporat

"Hasil dari langkah-langkah akan terlihat di kuartal-kuartal berikutnya," ujarnya.

Melissa juga kembali menyinggung perusahaan yang terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) 1.300 karyawannya atau 12% dari jumlah karyawan.

"Keputusan dan langkah yang sangat sulit namun perlu dilakukan untuk mendorong kinerja bisnis semakin sehat. Ke depan kami akan terus mengkaji dan melakukan berbagai upaya untuk dapat mengoptimasi berbagai biaya operasional mempercepat langkah profitabilitas," tutupnya.

(ada/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT