Energi menjadi sektor paling terdampak dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (28/1). Sektor tersebut tercatat melemah hingga 9,32% hingga perdagangan sesi I pukul 10.35 WIB.
Berdasarkan data perdagangan RTI Business, sejumlah saham konglomerat di sektor ini tercatat melemah bahkan menyentuh Auto Reject Bawah (ARB). Emiten milik Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) misalnya, menyentuh ARB 15% ke harga Rp 4.590 per lembar saham. Senasib, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) juga melemah 14,97% ke harga Rp 6.250 per lembar saham.
Kemudian saham milik konglomerasi Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga tercatat ARB di 14,97% ke level Rp 1.420 per lembar saham. ARB juga tercatat pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 14,53% ke harga Rp 294 per lembar saham.
Kemudian saham milik Prajogo Pengestu juga tercatat melorot hari ini, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO) yang melemah 14,87% ke harga Rp 7.300 per lembar saham. Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga terkoreksi hingga 13,48% ke harga Rp 1.540 per lembar saham saat ini.
Saham energi milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatila Sentosa Tbk (DSSA) juga melorot 14,98% hingga ARB ke harga Rp 98.625 per lembar saham. Sejumlah saham konglomerasi Alamtri juga turut melemah, seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang melemah 3,93% ke harga Rp 2.200 per lembar saham. Kemudian juga PT Adari Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melemah 3,77% ke harga Rp 7.650 per lembar saham.
Hingga saat ini, tidak hanya sektor energi yang tercatat melemah, sektor infrastruktur juga melemah lebih dalam 10,09% pukul 10.53 WIB. Sektor industri dan kimia juga tercatat melemah cukup dalam, yakni sebesar 8,06%.
Saat ini, IHSG masih terus melanjutkan koreksinya hingga 7,08% ke level 8.344,86. Hingga 10.54 WIB, tercatat 745 saham melemah, 36 saham menguat, dan 22 saham bergerak stagnan.
Simak juga Video 'Kenapa Rupiah Babak Belur Saat IHSG Malah Cetak Rekor Tinggi?':
(ahi/ara)