PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20 triliun sepanjang 2025. Perolehan tersebut disumbang dari kombinasi pertumbuhan kredit, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik.
"Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang solid, serta kualitas aset yang membaik, BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20 triliun sepanjang 2025," kata Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam keterangan tertulis, Rabu (4/1/2026).
Sampai akhir 2025, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% secara tahunan (year on year/yoy) didukung oleh ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin kuat, tercermin dari struktur pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang tumbuh 28,9% yoy ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 43,8% yoy dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 11,2% yoy.
"Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga, namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif," ujar Putrama.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,7% alias jauh di atas ketentuan regulator sehingga memberikan ruang yang memadai bagi BNI dalam mendukung ekspansi bisnis ke depannya serta mengantisipasi risiko.
Momentum akselerasi bisnis terlihat terutama di kuartal IV-2025 dimana BNI membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) Rp 9,4 triliun. Pencapaian itu disupport dari pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI) hingga menjadi yang tertinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya.
Secara kumulatif 2025, NII dibukukan sebesar Rp 40,3 triliun dengan loan yield yang tertekan sebagai dampak penurunan suku bunga acuan, sementara pendapatan non bunga tumbuh 5,2% yoy menjadi Rp 24,6 triliun didorong oleh peningkatan aktivitas transaksi melalui digital channel, treasury, trade finance, serta peningkatan produktivitas cabang.
Dari sisi kualitas aset, BNI mencatatkan perbaikan berkelanjutan yang tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) dan Loan at Risk (LaR). NPL bruto tercatat sebesar 1,9% atau membaik 10bps yoy, sementara Loan at Risk (LaR) 8,5% atau membaik 1,8% yoy mencerminkan penurunan eksposur risiko kredit secara menyeluruh dan sudah kembali ke kondisi sebelum pandemi.
Di sisi lain, NPL coverage ratio mencapai 205,5% dan LaR coverage ratio mencapai 46,9%. Hal itu menunjukkan tingkat pencadangan yang kuat dan prudent dalam mengantisipasi potensi tekanan risiko ke depan.
Dalam kerangka strategi transformasi digital, BNI terus mengembangkan wondr by BNI sebagai personal transaction platform. Sampai akhir 2025, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta pengguna hingga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA.
Selain itu, BNI juga menyempurnakan platform BNIdirect yang mencakup layanan Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee dan Supply Chain Financing untuk segmen korporasi dan bisnis. Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY, yang berkontribusi langsung terhadap penguatan dana giro korporasi.
Di sisi internasional, BNI memperkuat perannya sebagai orkestrator bisnis Indonesia ke pasar global melalui jaringan internasional di delapan pusat keuangan dunia, serta kemitraan strategis dengan lebih dari 1.300 bank koresponden di 90 negara yang mencakup 16 mata uang.
Akselerator Pembangunan Nasional
BNI juga menegaskan perannya sebagai bank nasional berkapabilitas global sekaligus instrumen negara dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, pihaknya berperan dalam penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan layanan Virtual Account dan BNIdirect sehingga proses operasional program berjalan lebih efisien, transparan dan terintegrasi.
Kemudian pada Program Sekolah Rakyat, BNI menjalankan peran sebagai bank yang menyediakan layanan perbankan digital untuk pengelolaan sekolah, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik serta penguatan ekosistem keuangan berbasis Agen46.
BNI juga turut mendorong pembangunan desa, koperasi dan UMKM melalui pembiayaan untuk pengembangan Koperasi Kecamatan/Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP) yang terintegrasi dengan jaringan Agen46, serta memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
Adapun terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Kementerian Keuangan, BNI mengklaim telah menyalurkannya ke sektor-sektor produktif dengan tetap mengedepankan kehati-hatian. Misalnya sektor pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan dan lainnya.
"Sebagai bank milik negara, BNI memposisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional. Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang," tegas Putrama.
Tonton juga Video: Wondr by BNI Terima Penghargaan Strategi Komunikasi Aplikasi Perbankan Paling Kreatif dan Inovatif
(aid/hns)