Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,41% ke posisi 7.101,23 pada perdagangan Rabu (29/4). Penguatan indeks didorong oleh kinerja saham TLKM yang naik 1,77%, IMPC melesat 7,44%, serta APIC yang melonjak 14,50%.
Sementara itu, pelemahan terdalam terjadi pada saham TPIA yang turun 4,50%, disusul DSSA turun 2,55% dan MORA terkoreksi 4,43%. Di sisi lain, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp 986,58 miliar di pasar reguler, serta Rp 1,19 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona merah, dengan 9 dari 11 sektor mengalami penurunan. Sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,08%, sedangkan sektor industrial mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,41%.
Pergerakan bursa global cenderung beragam. Indeks Dow Jones turun 0,57% ke level 48.861, S&P 500 melemah tipis 0,04% ke 7.135, dan Nasdaq menguat terbatas 0,04% ke posisi 24.673. Bank sentral Amerika Serikat memutuskan menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,50–3,75%, sesuai dengan perkiraan pasar. Sementara itu, volatilitas IHSG terpantau relatif stabil, tercermin dari ETF Indonesia (EIDO) yang turun 0,46% dan MSCI Indonesia yang naik 0,16%.
Baca juga: IHSG Ditutup di Level 7.101, Naik 0,41% |
Berita Emiten
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
PTBA tengah mendorong pengembangan hilirisasi batu bara melalui proyek Dimethyl Ether (DME). Perseroan menargetkan pengolahan batu bara hingga 7 juta ton per tahun untuk menghasilkan DME sebesar 1,4 juta ton per tahun. Proyek yang berlokasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini merupakan hasil kerja sama dengan MIND ID dan Pertamina (Persero), serta telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
PTBA memanfaatkan batu bara berkalori rendah yang selama ini belum optimal digunakan. Fasilitas produksi akan dibangun di kawasan Bukit Asam Industrial Estate (BEKI) dengan luas mencapai 585 hektare, didukung pasokan listrik dari PLTU Sumsel 8 berkapasitas 2x660 MW. Proyek ini juga diperkirakan mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 5.380 orang, baik pada tahap pembangunan maupun operasional.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
BMRI menetapkan pembagian dividen tunai dari tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun atau setara Rp 476,95 per saham. Nilai tersebut mencerminkan 79% dari laba bersih konsolidasi yang tercatat sebesar Rp 56,29 triliun. Sebelumnya, Bank Mandiri telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp 9,32 triliun atau Rp 100 per saham.
Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan mencapai Rp 35,15 triliun atau Rp376,95 per saham. Sebesar Rp 11,82 triliun atau 21% dari laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis ke depan. Perseroan menyatakan jadwal cum date dan pembayaran dividen akan diumumkan kemudian.
Rekomendasi Saham Hari Ini
ELSA | Buy 820-835 | TP 850-870 | SL 780
MEDC | Buy 1790-1800 | TP 1830-1875 | SL 1680
BIPI | Buy 248-252 | TP 260-270 | SL 234
ARTO | Buy 1410-1425 | TP 1450-1500 | SL 1325
AADI | Buy 11200-11300 | TP 11475-11700 | SL 10650
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)