×
Ad

Gubernur BI soal Rupiah: Juli, Agustus Menguat!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 15:33 WIB
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini nilai tukar rupiah akan kembali menguat terhadap dolar AS pada Juli hingga Agustus 2026. Hal ini disampaikan usai dirinya dicecar sejumlah anggota DPR RI dari Komisi XI.

Belakangan, rupiah mengalami tekanan hebat terhadap mata uang Paman Sam hingga jatuh ke level Rp 17.600-an/US$ 1. Perry menjelaskan, pelemahan rupiah yang terjadi pada April hingga Juni merupakan pola musiman yang kerap terjadi setiap tahun.

"Tapi yang kita percaya kan average tahunan. Dan kalau dilihat dari tahun ke tahun, rupiah itu memang umumnya dalam tekanan April, May, Juni. Tapi bulan Juli, Agustus akan menguat," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ia juga optimistis nilai tukar rupiah masih akan bergerak sesuai asumsi yang ditetapkan pemerintah dan BI sepanjang 2026. Meski saat ini rata-rata kurs rupiah year to date sudah berada di kisaran Rp 16.900 per dolar AS, Perry meyakini tekanan terhadap rupiah hanya bersifat musiman.

Menurut Perry, asumsi dasar nilai tukar dalam APBN berada di level Rp 16.500 per dolar AS dengan kisaran bawah Rp 16.200 dan batas atas Rp 16.800. Dengan siklus yang tadi dijelaskan Perry yakin mata uang garuda akan bergerak di rentang tersebut.

"Nilai fundamentalnya berapa? Average of the year Rp 16,500. Kisaran bawahnya Rp 16.200, kisaran atasnya 16.800. Apakah BI yakin akan masuk? Masuk. Karena sekarang Rp 16.900 year to date. Dan pengalaman kami kalau April, Mei, Juni memang tinggi. Nanti kalau Juli, Agustus akan menguat. Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp 16.200- Rp 16.800," jelas Perry.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino mempertanyakan pernyataan Perry yang kerap menyebut bahwa rupiah cenderung stabil. Namun di level masyarakat ada persepsi bahwa ekonomi kian melemah. Harris sempat melontarkan candaan jika rupiah tembus Rp 17.845 maka sama dengan tanggal Indonesia merdeka.

"Kita tahu bahwa tadi teman-teman mengatakan kursnya sudah Rp 17.600. Bahkan muncul ejekan kalau Rp 17.845 maka Indonesia merdeka katanya, 17-8-45. Nah, tetapi bapak mengatakan bahwa rupiah stabil relatif stabil kalau dibandingkan dengan negara yang lain," kata Harris.

Saksikan Live DetikSore :




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork