Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah investor di pasar modal. Pertumbuhan jumlah investor ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan terhadap pasar modal terus meningkat.
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan ada 7,4 juta investor baru sejak Januari hingga 20 Mei 2026. Pertumbuhan ini menunjukan tingginya kepercayaan publik terhadap pasar modal sebagai tempat berinvestasi.
"Tahun 2026, dari Januari sampai dengan 20 Mei kemarin, sudah ada 7,4 juta investor baru. Artinya optimisme dan kepercayaan itu masih ada di publik kita terhadap pasar modal Indonesia," ungkap Jeffrey dalam acara Jogja Financial Festival, Sabtu (23/5/2026).
Jeffrey mengatakan, saat ini total investor di pasar modal sudah menyentuh 27,4 juta. Dalam kurun waktu lima tahun, ia mengatakan pertumbuhan investor mencapai sekitar 17 juta.
"Kalau kita bandingkan tahun 2020 dengan saat ini, angka 10 juta itu sekarang sudah menjadi 27,4 juta. Artinya dalam kurun waktu lima tahun ada pertambahan lebih dari 17 juta atau lebih dari 2 kali lipat," jelasnya.
Kondisi ini mencerminkan publik sudah mulai memahami skema investasi di pasar modal. Selain itu, hal ini juga menjadi sinyal optimisme publik terhadap pasar modal mengingat pergerakan pasar modal sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
"Publik kita optimis karena pergerakan di pasar modal tentu akan sejalan dengan pergerakan dari perekonomian," terang Jeffrey.
(ahi/hns)