×
Ad

Temui Dasco-Purbaya di DPR, Bos BI Sepakati 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2026 10:22 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo/Foto: Dok. YouTube Bank Indonesia
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan koordinasi otoritas moneter dan fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah terjalin erat. Koordinasi ini tidak hanya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat nilai tukar rupiah.

Hal tersebut ia ungkap usai bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2025).

"Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan, bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat, dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah," ungkap Perry.

2 Cara Jaga Rupiah

Ia menjelaskan, ada dua langkah menjaga rupiah yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil untuk menarik arus dana asing yang dianggap mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Dengan kenaikan bunga luar negeri, memang itu ada outflow, ada saham dan SBN dan juga kecil di SRBI. Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," terangnya.

Langkah kedua, moneter dan fiskal menyepakati untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan dan perbankan. Langkah ini dapat dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah tetap dikelola BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan moneter ke fiskal.

"Menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI, tapi tentu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung," jelasnya.

Perry menegaskan, koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal sudah terjalin kuat. Ia mengatakan koordinasi tersebut juga akan terus diperkuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

"Untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas nilai makro ekonomi sesuai dengan dinamika yang ada, dengan keyakinan bahwa fundamental ekonomi kita itu bagus," pungkasnya.




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork