Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (9/6) di zona hijau dengan kenaikan 7,57% ke level 5.746,65.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh lonjakan saham BBRI yang naik 7,72%, BMRI sebesar 10,24%, serta TLKM yang menguat 11,49%. Sementara itu, saham MPRO turun 8,53%, MPMX terkoreksi 14,49%, dan MSIN melemah 1,72% sehingga menjadi penekan pergerakan indeks.
Di tengah penguatan tersebut, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp2,59 triliun di pasar reguler dan Rp2,45 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, seluruh sektor berhasil ditutup menguat dengan sektor bahan baku memimpin kenaikan sebesar 9,97%.
Dari pasar global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat berlangsung beragam. Dow Jones menguat 0,17% ke level 50.872, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,26% menjadi 7.386 dan Nasdaq turun 0,97% ke posisi 25.678.
Kenaikan IHSG terjadi di tengah munculnya aksi beli selektif seiring rencana pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten BUMN. Meski demikian, arus keluar dana asing yang masih berlangsung menunjukkan sentimen pasar domestik belum sepenuhnya membaik. Di sisi lain, indeks yang merepresentasikan saham Indonesia di pasar luar negeri turut menguat, tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 7,41% dan MSCI Indonesia sebesar 7,97%.
Berita Emiten
Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)
IPCM mengalokasikan belanja modal sebesar Rp74 miliar pada 2026 untuk mendukung pengadaan armada baru. Nilai tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan investasi perseroan yang mencapai Rp148,8 miliar.
Perseroan memperkirakan proses pembangunan kapal tunda baru membutuhkan waktu sekitar 28 bulan. Hingga kuartal I-2026, IPCM telah mengoperasikan 68 kapal tunda, 31 kapal pandu, dan empat kapal kepil.
Selain memperkuat armada, IPCM juga menyiapkan langkah ekspansi bisnis melalui pengembangan layanan di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Upaya tersebut dilakukan dengan mempererat kerja sama dengan para mitra. Saat ini terdapat 2.349 fasilitas TUKS dan Tersus yang terdiri atas 947 TUKS dan 1.402 Tersus di berbagai wilayah.
Bank OCBC NISP Tbk (NISP)
NISP resmi menandatangani perjanjian jual beli saham pada 8 Juni 2026 untuk mengambil alih 20% kepemilikan PT Great Eastern Life Indonesia dari The Great Eastern Life Assurance Company Limited. Transaksi tersebut bernilai Rp201,98 miliar.
Akuisisi tersebut menjadi bagian dari pembentukan konglomerasi keuangan OCBC Group di Indonesia. Dalam struktur tersebut, OCBC NISP akan berperan sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Operasional (PIKK), sedangkan Great Eastern Life Indonesia akan masuk sebagai anggota dalam kelompok usaha tersebut.
Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
TBIG memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp47 per saham atau senilai Rp1,05 triliun untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 Juni 2026.
Besaran dividen tersebut setara dengan 73,59% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sepanjang 2025, TBIG membukukan pendapatan sebesar Rp6,91 triliun, meningkat dibandingkan Rp6,87 triliun pada tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan diikuti pertumbuhan laba bersih sebesar 4,79% menjadi Rp1,43 triliun. Adapun laba per saham (EPS) meningkat 5,51% menjadi Rp63,71.
Pada penutupan perdagangan 9 Juni 2026, saham TBIG berada di level Rp1.525 per saham. Perseroan menetapkan jadwal cum dividen pada 18 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen kepada pemegang saham akan dilakukan pada 9 Juli 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BBRI - Buy 2770-2790 | TP 2830-2900 | SL 2610
BUMI - Buy 144-146 | TP 149-153 | SL 138
SOFA - Buy 252-258 | TP 264-270 | SL 244
DEWA - Buy 274-280 | TP 286-294 | SL 262
RAJA - Buy 3250-3300 | TP 3360-3420 | SL 3090
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)