×
Ad

BBRI Buyback Rp 500 M hingga JELI IPO Rp 392 M

- detikFinance
Senin, 15 Jun 2026 08:53 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (12/6/2026) di zona positif dengan kenaikan 2,07% ke level 6.007,66. Penguatan indeks ditopang oleh lonjakan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT MPRO Tbk (MPRO) menjadi pemberat pergerakan indeks.

Investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 287,36 miliar di pasar reguler dan Rp287,77 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup di wilayah hijau. Sektor bahan baku menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 4,85%, sementara sektor kesehatan terkoreksi paling dalam sebesar 0,58%.

Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,70% ke level 51.202, disusul S&P 500 yang menguat 0,50% menjadi 7.431 dan Nasdaq yang bertambah 0,31% ke posisi 25.888.

Pelaku pasar masih mencermati pergerakan rupiah serta arah dana asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Selain itu, perhatian investor juga mengarah pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada 18 Juni mendatang. Optimisme terhadap pasar Indonesia turut tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,82% dan indeks MSCI Indonesia yang naik 0,88%.

Berita Emiten

Niramas Utama Tbk (JELI)

JELI memulai masa penawaran awal atau book building pada 15-22 Juni 2026. Emiten pemilik merek makanan penutup INACO tersebut dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.

Perseroan menawarkan saham dengan kisaran harga Rp900-Rp1.120 per saham dan membidik perolehan dana maksimal Rp392 miliar. Saat ini, PT Niramas Utama International tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sebesar 99,80%.

Adapun dana hasil penawaran umum perdana saham akan dialokasikan sebesar 51,04% untuk penyertaan modal kepada PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), 18,36% untuk pembelian mesin, 10,63% untuk pembayaran sebagian pinjaman jangka pendek, serta 19,97% untuk mendukung kebutuhan modal kerja.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

BBRI mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana untuk aksi korporasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan yang per akhir kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp33,06 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp32,04 triliun.

Jika seluruh alokasi buyback digunakan, total aset perseroan diperkirakan menjadi Rp2.249,33 triliun dari sebelumnya Rp2.249,83 triliun. Sementara total ekuitas diproyeksikan menjadi Rp344,56 triliun dibandingkan posisi sebelumnya Rp345,06 triliun.

Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, rasio kecukupan modal (CAR) BBRI diperkirakan tetap terjaga di level 22,86%, sedangkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) tercatat sebesar 18,37%.

Saham hasil buyback nantinya akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Periode pelaksanaan buyback berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.

Bayan Resources Tbk (BYAN)

BYAN memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai US$ 500 juta atau setara US$ 0,015 per saham. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 Juni 2026.

Jumlah dividen yang dibagikan setara dengan 65,11% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasarkan harga penutupan saham BYAN pada 12 Juni 2026 di level Rp9.700 per saham dan mengacu pada kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.921 per dolar AS, imbal hasil dividen tercatat sekitar 2,77%.

Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026. Adapun pembayaran dividen kepada para pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork