×
Ad

IHSG Terbang Tinggi hingga 5%, Ini Pemicunya

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 15 Jun 2026 13:32 WIB
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan sepanjang perdagangan paruh pertama hari ini, Senin (15/6). Penguat indeks saham Garuda disebut sejalan dengan mayoritas bursa saham global.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan pergerakan IHSG kuat didorong oleh sentimen global. Sentimen ini utamanya terjadi menyusul kesepakatan damai untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data RTI Business, diketahui IHSG menguat 5,03% ke level 6.309,72 hingga penutupan sesi I perdagangan hari ini. Kemudian bursa saham Asia seperti Nikkei 225 Index (N225) juga menguat 4,96% ke level 69.295,39, Hang Seng Index (HSI) juga menguat 0,58% ke level 24.857,22, Shanghai Composite Index (SSEC) juga menguat 0,94% ke level 4.069,21, dan Straits Time Index (STI) menguat 1,07% ke level 5.079,37.

"Penguatan IHSG memang sejatinya dipengaruhi oleh faktor global, sebenarnya lebih dominan global ya, karena kita lihat di regional pun juga terapresiasi dengan baik," ungkap Nafan kepada detikcom, Senin (15/6/2026).

Nafan mengatakan, perjanjian damai ini akan membuka kembali Selat Hormuz. Menyusul kesepakatan tersebut, ia menyebut harga minyak dunia terpantau turun bahkan lebih dari 4%. Menurutnya, hal ini mendorong turunnya kekhawatiran investor terkait inflasi global akibat tekanan dari harga minyak dunia.

Sementara pada sentimen domestik, Nafan menyebut pasar menyambut baik terkait pembatalan skema kontrak bagi hasil (gross split) dan relaksasi RKAB di sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Selain itu, pasar juga disebut tengah menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini.

"Kelanjutan dari passion regulasi ya, misalnya seperti pembatalan skema gross split dan potensi relaksasi RKAB di sektor minerba, ya. Ini sebelumnya juga sempat memberikan nafas lega bagi market ya sejak pekan yang lalu," imbuhnya.

Sementara itu, indeks saham Garuda sendiri disebut telah berada di bawah nilai wajar atau oversold pada saat menembus level 5.400 beberapa waktu lalu. Kemudian saat ini, IHSG mulai kembali pada fase penguatan yang diketahui telah menguat 18,11% sepanjang perdagangan lima hari terakhir.

"IHSG sendiri memang sudah oversold disaat menyentuh 5.400 an dan saat ini sedang dalam fase rebound," ungkap Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana.

Namun begitu, Wawan mengingatkan IHSG masih dibayangi aksi ambil untuk investor atau profit taking jika terdapat sentimen negatif. Sentimen tersebut dapat berasal dari meningkatnya kembali eskalasi AS-Iran hingga FOMC pekan ini.

Adapun saat ini, Wawan juga tak menampik kenaikan IHSG ditopang oleh kesepakatan damai kedua negara tersebut. Kesepakatan itu membuka harapan dibuka kembalinya Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak dunia yang dapat menurunkan tekanan subsidi dan fiskal bagi Indonesia.

"Tentu saja dengan kenaikan yang signifikan dalam 1 minggu, sangat mungkin akan terjadi profit taking bila katalis negatif datang," pungkasnya.

Saksikan Live DetikSore:




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork