Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap kedatangan dua emiten baru yang akan melantai melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Kehadiran keduanya akan menambah daftar perusahaan tercatat, yang hingga pertengahan 2026 baru bertambah satu emiten.
Kedua calon perusahaan tersebut adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECK) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI). Kedua perusahaan ini kompak akan melakukan penawaran perdananya di awal bulan depan.
JECK Incar Dana Segar Rp 683 Miliar
Nitrasanata Dharma sendiri rencananya akan melepas sebanyak-banyaknya 487.983.500 saham biasa atau sekitar 15% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Perseroan mematok harga JECK pada kisaran Rp 1.200 hingga Rp 1.400 per saham.
Dengan begitu, Nitrasanata Dharma akan memperoleh dana segar Rp 683,17 miliar melalui IPO. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
"Jumlah Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 683.176.900.000 yang terdiri dari sebanyak-banyaknya sebesar Rp 455.451.220.000 dari penawaran umum atas saham baru dan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 227.725.680.000 dari penawaran umum atas saham divestasi," tulis Manajemen JECK dalam prospektus IPO, Senin (22/6/2026).
Dana IPO ini rencananya akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 40 miliar. Kemudian sekitar Rp 100 miliar dialokasikan untuk pembayaran awal pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Selanjutnya sekitar Rp 185 miliar akan dialokasikan untuk modal kerja dan pembayaran pokok utang anak usaha Nitrasanata Dharma. Sisa dana IPO lainnya akan untuk modal kerja JECK, mencakup biaya kegiatan operasional seperti gaji dan tunjangan karyawan.
EMMI Incar Dana Rp 269 Miliar
Sementara untuk Esa Medika Mandiri, akan menggelar IPO dengan melepas sebanyak-banyaknya 522.857.000 saham atau sekitar 30% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Adapun harga yang dipatok EMMI pada kiprah perdananya sebesar Rp 446 hingga Rp 515 per saham.
Alhasil, Esa Medika Mandiri akan menghimpun dana segar sebesar Rp 269,27 miliar melalui aksi korporasi tersebut. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana efek.
"Jumlah seluruh nilai penawaran umum perdana saham ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 269.271.355.000," tulis Manajemen EMMI dalam prospektus.
Dana IPO tersebut akan dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman sebesar Rp 50 miliar. Kemudian sekitar 11,8% dana IPO akan dialokasikan untuk pengembangan usaha berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa. Selanjutnya sekitar 68,7% dana IPO digunakan untuk kebutuhan modal kerja seperti pembelian barang dan bahan baku.
Menanti Empat IPO Awal Juli
Sebagai informasi, akan terdapat empat IPO di awal bulan Juli nanti. Aksi korporasi ini akan dilakukan oleh PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECK) pada 7 Juli 2026, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) pada 8 Juli 2026, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) pada 9 Juli 2026, dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) pada 7 Juli 2026.
Pada pemberitaan sebelumnya, JELI akan melepas 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Produsen nata de coco ini akan menawarkan harga di kisaran Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham dengan total nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp 392 miliar.
Kemudian PRDL, dalam IPO awal bulan depan akan melepas 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham. PRDL mematok harga di kisaran Rp 100 hingga Rp 120 per saham dengan potensi total nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp 62,75 miliar.
(acd/acd)