Lembaga pemeringkat global, Moody's Ratings, menetapkan peringkat untuk obligasi senior tanpa jaminan (medium-term note/MTN) PT Danantara Investment Management (DIM) pada level Baa2 dengan outlook negatif. Obligasi MTN yang diterbitkan Danantara ini diketahui bernilai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 89,49 triliun (kurs Rp 17.899).
Dalam laporannya, peringkat obligasi Danantara ini selaras dengan penilaian kredit pemerintah. Hal ini disebut mencerminkan keterkaitan kredit antara DIM dan pemerintah, mengingat perseroan merupakan entitas usaha dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anangata Nusantara (Danantara) yang dikelola negara.
"Moody's Ratings (Moody's) telah memberikan peringkat Baa2 untuk obligasi senior tanpa jaminan dalam mata uang dolar AS yang akan diterbitkan oleh Danantara Investment Management (PT) (DIM). Obligasi ini diterbitkan berdasarkan program obligasi jangka menengah (MTN) global DIM senilai $5 miliar yang diberi peringkat (P)Baa2. Prospek peringkat tersebut negatif," ungkap laporan Moody's, dikutip Kamis (23/7/2026).
Moody's juga belum memberikan penilaian kredit dasar (baseline credit assessment/BCA) lantaran DIM merupakan perusahaan yang baru beroperasi, belum memiliki banyak rekam jejak, dan belum beroperasi dengan entitas usaha mandiri.
"Oleh karena itu, peringkat tersebut terutama didorong oleh keterkaitan dengan pemerintah daripada kekuatan kredit mandiri," jelasnya.
Meski begitu, Moody's menilai DIM memiliki tingkat likuiditas yang baik. Hal tersebut didukung oleh suntikan modal dari BPI Danantara seiring dengan upaya DIM membangun pendanaan eksternal, termasuk penerbitan obligasi perdananya beberapa waktu lalu.
"Likuiditas DIM sangat baik. Likuiditas di tingkat holding didukung oleh suntikan ekuitas yang diterima dari BPI Danantara. Perusahaan juga telah membangun saluran pendanaan eksternal, termasuk penerbitan obligasi perdananya sebesar $1,5 miliar, Rp 68,4 triliun yang diperoleh melalui penerbitan Obligasi Patriot, dan fasilitas kredit bergulir sebesar $10 miliar, di mana $1 miliar telah dikomitmenkan," terangnya.
Penghimpunan dana tersebut digunakan untuk dana kelolaan swasta dan investasi di sektor properti. Menurut Moody's, anak usaha Danantara itu diperkirakan akan melakukan penarikan untuk meningkatkan modal usaha.
Likuiditas DIM juga disebut masih akan terjaga mengingat perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membayar dividen dan tidak memiliki jatuh tempo utang selama dua hingga tiga tahun ke depan.
(ahi/ara)