Laba RAJA Melesat 88% Jadi Rp 521 M

Laba RAJA Melesat 88% Jadi Rp 521 M

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2026 16:45 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan di BEI Jumat (19/11). IHSG berada pada level 6.720,26.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar US$ 131,2 juta atau sekitar Rp 2,36 triliun (kurs Rp 18.038) sepanjang semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 3% dibanding pendapatan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 127,6 juta atau sekitar Rp 2,30 triliun.

Capaian ini ditopang oleh kontribusi penuh dari proyek Sengkang Gas Compressor yang telah beroperasi komersial. Proyek ini mengkompensasi penurunan volume penjualan gas akibat gangguan operasional pada jaringan pipa gas di Sumatera.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, RAJA mencatatkan laba bersih sebesar US$ 28,9 juta atau sekitar Rp 521,82 miliar. Angka tersebut meningkat signifikan hingga 88%, dibandingkan US$ 15,4 juta atau sekitar Rp 277,16 miliar pada Semester I-2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kontribusi penuh proyek Sengkang Gas Compressor, kenaikan pendapatan investasi dari PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) juga dikontribusikan yang memperoleh manfaat dari rata-rata harga minyak sekitar US$ 117 per BOEPD, lebih tinggi dibandingkan sekitar US$ 74 per BOEPD pada periode yang sama tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pendapatan perseroan juga dikontribusikan pendapatan investasi dari Grup Hafar. Perseroan juga membukukan gain on bargain purchase atas akuisisi participating interest di Blok Madura melalui PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), yang turut memperkuat pertumbuhan laba bersih pada periode ini.

"Kami melihat Semester I 2026 sebagai periode yang menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan. Meskipun masih menghadapi tantangan pada beberapa aktivitas operasional, kami berhasil menjaga pertumbuhan kinerja melalui kombinasi disiplin operasional, optimalisasi portofolio investasi, serta momentum positif dari sektor hulu," Direktur Utama Rukun Raharja, Djauhar Maulidi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2026).

Di paruh kedua tahun 2026, RAJA akan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur energi serta optimalisasi aset-aset yang telah beroperasi. Melalui kombinasi pertumbuhan organik dan ekspansi yang terukur, RAJA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

"Dengan berbagai proyek yang akan mulai memberikan kontribusi pada paruh kedua tahun ini, kami optimistis dapat terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham," pungkasnya.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads