×
Ad

GOTO soal Pengumuman MSCI: Ini Kabar yang Tak Menyenangkan

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2026 11:37 WIB
Foto: Logo GoTo. (Dok. GoTo)
Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengakui pengumuman rebalancing atau penyesuaian ulang konstituen saham indeks MSCI menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi pemegang saham perseroan. Dalam rebalancing tersebut, GOTO diketahui menjadi salah satu saham yang dikeluarkan dari indeks milik MSCI.

Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menilai keputusan tersebut murni bersifat teknis. Ia juga mengakui keputusan MSCI didasarkan pada harga saham GOTO yang berada pada level Rp 50 dengan volume perdagangan yang rendah.

"Kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami. Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GOTO yang berada di level terendah Rp 50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah," ungkap Audrey dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/8/2026).

Namun Audrey menegaskan, keputusan tersebut tidak disebabkan karena kinerja GOTO. Ia menjelaskan, GOTO berhasil mencetak laba bersih pada kuartal II-2026 sebesar Rp 252 miliar dengan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun.

Selain itu, EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat menjadi Rp 1 triliun untuk pertama kalinya. Audrey menegaskan, GOTO optimis dapat mencetak target EBITDA Grup yang disesuaikan di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.

Audrey menambahkan, GOTO akan membangun dialog secara aktif dengan MSCI. Perseoran juga akan fokus pada pengelolaan bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

"Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI," pungkasnya.

Sebagai informasi, MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari Global Standard Indexes. Keputusan ini berlaku sejak penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Berdasarkan pengumumannya, penghapusan GOTO dari indeks dilakukan berdasarkan hasil tinjauan MSCI Indonesia Investable Market Index yang mengacu pada harga saham perseroan. MSCI menilai adanya potensi masalah dari likuiditas saham GOTO yang dianggap sangat rendah.

Menurut MSCI, rendahnya likuiditas saham GOTO terjadi karena harga yang diperdagangkan pada level Rp 50 per saham. MSCI mencatat level tersebut sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.

"Perlakuan ini diterapkan karena adanya potensi masalah replikabilitas indeks yang terkait dengan likuiditasnya yang sangat rendah, yang disebabkan oleh perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp 50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan pasar pada tanggal 13 Mei 2026," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026).




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork