Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka melemah seiring pengumuman FTSE Russell untuk menunda penambahan saham baru dari pasar modal Indonesia sampai akhir tahun. IHSG dibuka di zona merah dan terus jatuh dari level 6.400-an ke level 6.300-an.
Berdasarkan data perdagangan RTI, Rabu (19/8/2026), IHSG dibuka pada level 6.408 pagi ini. Kemudian hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus melemah hingga 67,38 poin atau sekitar 1,04% ke level 6.382,44.
Pada level tertinggi IHSG berhasil menyentuh 6.414 dan paling rendah hanya di 6.376. Bersama dengan itu mayoritas saham berada di zona merah dengan 151 saham naik, 302 saham melemah dan 201 saham stagnan.
Volume perdagangan pagi ini tercatat sudah mencapai 2,39 miliar saham dengan perputaran uang mencapai Rp 836,19 miliar. Frekuensi perdagangan sebanyak 155.070 kali.
Meski demikian, IHSG masih mengalami kenaikan 1,75% secara mingguan dan naik 0,6% secara bulanan. Sementara IHSG masih melemah 7,64% selama tiga bulan terakhir, melemah 28,96% selama enam bulan, dan tercatat mengalami penurunan sebesar 12,77% selama setahun terakhir.
Sebelumnya penyedia indeks saham global asal Inggris, FTSE Russell, memutuskan untuk kembali menunda penambahan saham-saham baru dari pasar modal Indonesia setidaknya sampai peninjauan indeks berikutnya pada Desember 2026.
Penundaan ini berlaku untuk penambahan konstituen baru termasuk emiten yang baru saja melantai di bursa (IPO), perubahan segmen ukuran antartingkatan large, mid, small, hingga micro-cap, peningkatan saham publik atau free float, pembaruan weight adjustment factor (WAF) dari nol ke positif.
"Langkah ini memberikan waktu tambahan untuk mengamati dan memantau reformasi pasar serta efektivitasnya," bunyi pengumuman FTSE Russell, Rabu (19/8/2026).
Tonton juga video "Tanyadetikfinance: Apa Benar Pidato Prabowo Bikin IHSG Naik Turun?"
(acd/acd)