Market Overview
IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). IHSG turun 1,33% ke level 6.589,34.
Sejumlah saham masih bergerak menguat, dengan KPIG naik 28,79%, CUAN tumbuh 4,79%, dan ANTM menguat 2,19%. Di sisi lain, tekanan terjadi pada BBRI yang turun 2,92%, BYAN melemah 4,90%, dan BBCA terkoreksi 1,53%.
Investor asing membukukan net sell Rp747,51 miliar di pasar reguler. Jika mencakup seluruh pasar, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp1,95 triliun.
Tekanan terjadi di seluruh sektor saham. Sebanyak 11 sektor berakhir di zona merah, dengan sektor energi mencatat penurunan terbesar sebesar 2,06%. Sementara sektor teknologi mengalami koreksi paling terbatas, yakni 0,56%.
Sentimen negatif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Dow Jones turun 0,60% ke 52.064, S&P 500 terkoreksi 0,58% ke 7.591, sedangkan Nasdaq turun 0,65% ke 26.081.
Pergerakan pasar turut dipengaruhi eskalasi geopolitik AS-Iran dan kenaikan harga minyak. Dari dalam negeri, investor juga melakukan positioning menjelang pengumuman review GDX/GDXJ. Ketidakpastian mengenai potensi passive flow dari ETF berbasis GDX/GDXJ ikut memberikan tekanan terhadap sejumlah saham emas. ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing turun 2,13% dan 1,29%.
Baca juga: IHSG Menguat Pagi Ini, Tembus 6.700 |
Berita Emiten
NexAI Digital Infrastruktur (MGLV)
MGLV menyiapkan rights issue dengan menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp8.880 per saham sehingga perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp2,54 triliun.
Rencana tersebut telah mendapat persetujuan RUPSLB pada 7 September 2026. Dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk mengembangkan AI data center Tier III dengan total kapasitas 102 MW.
Pengembangan tersebut mencakup ekspansi fasilitas berkapasitas 36 MW di Jababeka dan pembangunan data center 60 MW di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang. Sebagian dana juga dialokasikan untuk penguatan struktur modal melalui pengambilalihan piutang anak usaha.
Pemegang saham utama MGLV, Nextier Datamate Center, telah menyatakan komitmen untuk menyerap seluruh haknya dalam rights issue dengan nilai sekitar Rp1,85 triliun. Sementara dari sisi teknikal, saham MGLV berpotensi bergerak menuju area Rp16.850 yang merupakan level fibonacci extension 2.618.
Medco Energi Internasional (MEDC)
MEDC menargetkan first gas dari Blok Sakakemang pada kuartal III 2027. Proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan portofolio minyak dan gas perseroan.
MEDC masih mempertahankan target produksi migas 2026 pada kisaran 165–170 mboepd. Untuk mendukung kegiatan di segmen Oil & Gas, perseroan menyiapkan capex sebesar US$415 juta.
Selain Sakakemang, sejumlah proyek lain juga masuk dalam fokus pengembangan MEDC, di antaranya Suban, Sambar, dan Bualuang. Adapun Senoro Phase 2A telah beroperasi penuh sejak Juni 2026, sedangkan Bualuang Renewal Plan Phase I mulai menghasilkan produksi pada kuartal II 2026.
Dalam jangka pendek, saham MEDC berpotensi bergerak menuju area gap Rp1.695. Pergerakan tersebut didukung volume yang relatif stabil serta indikator stochastic yang menunjukkan arah naik.
Hartadinata Abadi (HRTA)
HRTA berencana melakukan private placement dengan menerbitkan maksimal 460,53 juta saham baru. Jumlah tersebut setara 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Harga pelaksanaan akan ditetapkan paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham HRTA selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler. Dengan menggunakan asumsi harga penutupan pada perdagangan 10 September 2026, perseroan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp1,02 triliun.
Seluruh dana yang dihimpun dari aksi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Berdasarkan proforma per 30 Juni 2026, total ekuitas HRTA diproyeksikan meningkat 27,90% menjadi Rp4,79 triliun. Sementara total aset diproyeksikan naik 9,21% menjadi Rp12,40 triliun.
Perubahan tersebut membuat rasio liabilitas terhadap ekuitas diproyeksikan turun dari 2,03 kali menjadi 1,59 kali. Di sisi lain, pemegang saham eksisting berpotensi mengalami dilusi sekitar 9,09%.
Kepemilikan PT Terang Anugrah Abadi sebagai pemegang saham pengendali diproyeksikan turun dari 71,05% menjadi 64,59% setelah aksi korporasi tersebut. Rencana private placement HRTA masih menunggu persetujuan RUPS Independen yang dijadwalkan pada 16 Oktober 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
MEDC - Buy 1555-1565 | TP 1600-1640 | SL 1490
WIRG - Buy 77-79 | TP 81-84 | SL 73
TUGU - Buy 1420-1430 | TP 1450-1460 | SL 1355
KPIG - Buy 83-85 | TP 87-89 | SL 78
JARR - Buy 3670-3690 | TP 3730-3800 | SL 3460
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Simak Video "Video: IHSG Tertahan Meski Sentimen Global Positif, Investor Tunggu Aturan Baru BEI"
(ang/ang)