×
Ad

Rekomendasi Saham Hari Ini: ANTM, VKTR, hingga MAPI

- detikFinance
Senin, 21 Sep 2026 08:38 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

IHSG kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (18/9). Indeks turun 0,33% ke level 6.441,16.

Sejumlah saham masih mencatat penguatan dan menjadi penopang pergerakan indeks. BYAN naik 19,96%, disusul BREN yang menguat 3,25% dan DCII sebesar 3,14%. Sebaliknya, AMMN turun 4,49%, BMRI melemah 2,07%, dan DSSA terkoreksi 5,36%.

Tekanan juga terlihat dari aktivitas investor asing. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp1,78 triliun. Jika dihitung di seluruh pasar, nilai net sell mencapai Rp1,79 triliun.

Dari 11 sektor yang tercatat di BEI, sebanyak 10 sektor berakhir melemah. Sektor Industrials mencatat penurunan 1,64%, sedangkan sektor Technology menjadi sektor yang menguat dengan kenaikan 0,27%.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak beragam. Dow Jones turun 0,18% ke 51.682, sedangkan S&P 500 naik 0,17% ke 7.650 dan Nasdaq menguat 0,40% ke 26.522.

Perubahan komposisi FTSE turut mewarnai perdagangan. Rebalancing tersebut memicu aksi jual bersih yang menjadi yang terbesar sejak 19 Juni, termasuk pada saham yang mengalami perubahan klasifikasi ke Micro Cap seperti BSDE, SCMA, dan BBYB. Pergerakan aset Indonesia di pasar offshore juga ikut terkoreksi. ETF EIDO turun 2,04%, sedangkan indeks MSCI Indonesia melemah 1,24%.

Berita Emiten

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

ERAA mulai menyiapkan pengembangan bisnis makanan dan minuman atau F&B ke pasar global melalui Erajaya Food & Nourishment (EFN).

Langkah tersebut dilakukan setelah EFN mengembangkan sejumlah merek di pasar Indonesia. Portofolionya antara lain Paris Baguette, Bacha Coffee, Curry Up, CHAGEE, Wetzel's Pretzels, dan GrandLucky Superstore.

EFN tidak hanya menambah merek, tetapi juga mengembangkan rantai pasok melalui pendekatan direct sourcing GrandLucky. Salah satu pengembangannya dilakukan melalui merek Brastagi di Medan.

Di sisi lain, EFN mengembangkan greenhouse dan hydroponic farming. Perseroan juga menjalankan skema offtake untuk membuka akses pasar bagi produk yang dihasilkan petani.

Ke depan, EFN akan diarahkan untuk mengembangkan portofolio bisnis yang lebih beragam di dalam grup Erajaya.

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)

BIKE melalui anak usahanya, Ratu Karya, meneken nota kesepahaman atau MoU dengan Perumda Pasar Jaya pada 17 September 2026.

Kerja sama tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan dan pengembangan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Nilai investasi yang direncanakan mencapai sekitar Rp1 triliun.

Dalam rencana pengembangan tersebut, kawasan Pasar Minggu akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Di antaranya kios dan los untuk pelaku UMKM, rumah susun, rumah sakit, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, serta food court.

Rencana ini juga menambah cakupan bisnis BIKE di sektor properti, infrastruktur, dan pengembangan kawasan.

Dari sisi nilai, estimasi investasi Rp1 triliun tersebut setara sekitar 19 kali ekuitas BIKE pada semester I 2026 yang tercatat Rp51,40 miliar. Nilai tersebut juga sekitar 10 kali dari total aset perseroan sebesar Rp96,05 miliar.

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)

ULTJ berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue.

Dalam aksi tersebut, ULTJ akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,88 miliar saham baru. Jumlah itu setara 43,11% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV.

Harga pelaksanaan ditetapkan Rp2.150 per saham. Dengan jumlah saham maksimal tersebut, ULTJ berpotensi memperoleh dana hingga Rp16,94 triliun.

Sebagian besar dana, yakni 86,01%, akan dialokasikan untuk mengambil alih 100% saham Frisian Flag Indonesia dengan nilai transaksi Rp14,57 triliun.

Pengambilalihan tersebut dilakukan melalui mekanisme inbreng, yaitu penyetoran modal dalam bentuk selain uang. Sementara dana yang disetor dalam bentuk tunai akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk bahan langsung, upah langsung, pemeliharaan, dan biaya listrik.

Nilai transaksi inbreng tersebut mencapai 178,24% dari ekuitas ULTJ. Karena itu, transaksi tersebut masuk dalam kategori transaksi material dan membutuhkan persetujuan RUPS.

Setelah aksi korporasi dilakukan, FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) akan menjadi pemegang saham pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan sekitar 28,95%-30,81%.

FCIH juga diwajibkan melakukan penawaran tender atas saham publik yang tersisa. Sementara itu, pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya dalam PMHMETD IV dapat mengalami dilusi maksimal 43,11%.

Rencana rights issue tersebut masih menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork