×
Ad

Begini Jawaban Bos Bursa Efek soal IHSG Anjlok 2,59%

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 12 Okt 2026 20:03 WIB
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,59% ke level 5.936,14 pada penutupan perdagangan Senin (12/10/2026).

Pelemahan diduga dipicu rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan hasil investigasi manipulasi harga yang melibatkan beberapa saham energi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, enggan menanggapi hal tersebut.

"Oh nggak, nggak. No Comment ya," jawab Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan data OJK, sanksi denda terkait pelanggaran pasar modal yang dijatuhkan mencapai ratusan miliar sepanjang Januari hingga 30 September. Nilai sanksi denda dibagi menjadi dua pelanggaran, yakni keterlambatan sebesar Rp 277,82 miliar dan kasus Rp 112,79 miliar.

Sementara untuk penegakan hukum atas kasus manipulasi pasar, terdapat 161 pihak yang dikenakan denda dengan nilai total sebesar Rp 267,61 miliar. Ada sebanyak 4 sanksi pembekuan izin, dua pencabutan izin, dua peringatan tertulis, dan 19 perintah tertulis.

IHSG Ambruk di Tengah Rumor Pasar

Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup melemah 2,59% ke level 5.936,14 sore hari ini. Indeks saham sempat menguat 0,56% ke level tertinggi secara intraday pada posisi 6.128,72 pagi tadi.

Volume transaksi sepanjang hari ini tercatat 62,18 miliar saham dengan turnover Rp 13,73 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,88 juta kali. Total sebanyak 114 saham menguat, 602 saham melemah, dan 77 saham stagnan.

Sejumlah saham energi milik konglomerat Prajogo Pangestu dan Sinar Mas Group menjadi emiten yang paling terkoreksi. PT Petrosea Tbk (PTRO) tercatat melemah 14,95% ke level Rp 4.040 per saham, PT Petrindo Jaya kreasi Tbk (CUAN) melemah 14,94% ke level Rp 655 per saham, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 14,60% ke level Rp 965 per saham.

Sementara itu, laporan Stockbit menyebut pelemahan IHSG dipicu kabar rencana pengumuman hasil investigasi dugaan manipulasi harga yang melibatkan sejumlah saham. Investigasi tersebut juga disebut akan mencakup pengenaan denda hingga ratusan miliar rupiah terhadap saham-saham terkait.

"OJK akan mengumumkan hasil investigasi terkait manipulasi harga saham yang melibatkan sejumlah saham di sektor energi terbarukan dan emiten tambang batu bara," tulis laporan Stockbit.




(hns/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork