80 Saham Dikuasai Segelintir Pihak, Ini Daftarnya

80 Saham Dikuasai Segelintir Pihak, Ini Daftarnya

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 13 Okt 2026 16:45 WIB
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JA
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Teranyar, BEI menetapkan 19 saham baru yang hanya dikuasai segelintir pihak.

Mengutip keterbukaan informasi, 19 saham tersebut ditetapkan berdasarkan metodologi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat hingga 1 Oktober 2026. Salah satu dari 19 saham tersebut adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) misalnya, tercatat tingkat HSC sebesar 95,79% dari total warkat dan tanpa warkat.

Kemudian PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), memiliki tingkat HSC sebesar 96,68% dari total warkat dan tanpa warkat. Sementara PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), tercatat tingkat HSC sebesar 99,86% dari total warkat dan tanpa warkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya hingga saat ini, saham dalam kategori HSC tercatat sebanyak 80 emiten. Namun begitu, BEI menegaskan kategori ini bukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

ADVERTISEMENT

"Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal," tulis Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam pengumumannya, dikutip Selasa (13/10/2026).

Bursa Perketat Metodologi HSC

BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diketahui telah memperketat metodologi penghitungan saham HSC dengan memperluas cakupan saham yang menjadi objek reviu. Sebelumnya, metodologi HSC menggunakan price impact ratio untuk saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun.

Melalui penyempurnaan ini, cakupan reviu diperluas dengan menggunakan price impact ratio hingga saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun. Perluasan cakupan tersebut memungkinkan pemantauan terhadap konsentrasi kepemilikan dilakukan pada populasi saham yang lebih luas.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia. Berikut 80 daftar lengkap HSC hingga 13 Oktober 2026:

1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
3. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
4. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
5. PT Golden Flower Tbk (POLU)
6. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
7. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
8. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
9. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
10. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
11. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
12. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
13. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
14. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
15. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
16. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
17. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
18. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
19. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
20. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
21. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
22. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
23. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
24. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
25. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
26. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
27. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
28. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
29. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
30. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
31. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
32. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
33. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
34. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
35. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
36. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
37. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
38. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
39. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
40. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
42. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
43. PT Siantar Top Tbk (STTP)
44. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
45. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
46. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
47. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
48. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
49. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
50. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
51. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
52. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
53. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
54. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
55. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
56. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
57. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
58. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
59. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
60. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
61. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
62. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
63. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
64. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
65. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
66. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
67. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)
68. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
69. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
70. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
71. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
72. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
73. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
74. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
75. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
76. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
77. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
78. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
79. PT Temas Tbk (TMAS)
80. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads