Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menemui MSCI hari ini, Senin (19/10/2026) pukul 15.30 WIB. Pertemuan ini dilakukan secara daring melalui platform Zoom meeting.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pertemuan ini dilakukan untuk meminta klarifikasi MSCI terkait opsi penurunan status ke Standalone Market dari Emerging Market. Pasalnya, pengumuman MSCI di luar dugaan semua pihak.
"Seperti kita ketahui, Jumat Subuh kita mendapatkan kabar bahwa MSCI menyampaikan pengumuman bahwa menempatkan Indonesia di dalam konsultasi. Terkait itu, nanti siang kami akan meeting online dengan MSCI. (Pukul) 3.30 nanti. Kami segera minta waktu untuk ketemu dengan MSCI," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
BEI akan meminta klarifikasi kepada MSCI mengenai latar belakang proposal penurunan status pasar modal Indonesia tersebut. Namun, ia belum merinci poin-poin yang akan menjadi fokus pembahasan.
"Kami di Bursa, di OJK maupun partisipan, sebagian besar partisipan dari MSCI tidak menyangka bahwa akan ada pengumuman seperti itu. Tentu kami akan menanyakan klarifikasi terkait dengan latar belakangnya," jelasnya.
Sebagai informasi, MSCI pada Jumat (16/10) mengumumkan opsi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Hal tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dalam pengumuman MSCI, potensi penurunan status ini terjadi karena kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.
"Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi," tulis pengumuman MSCI dikutip Jumat (16/10).
Imbas pengumuman tersebut, IHSG diketahui melemah hingga trading halt atau penghentian sementara perdagangan pada pembukaan perdagangan Jumat. Pengukuran tersebut juga menjadi sentimen terhadap IHSG hari ini.
Saat ini, IHSG diketahui melemah 5,05% ke level 4.923,26 hingga penutupan perdagangan sesi I siang ini. Pada penutupan perdagangan Jumat, IHSG diketahui melemah hingga 11,57% ke level 5.185,10.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan terkoreksi. Pihaknya menetapkan area support indeks saham di level 5.092 dengan posisi resist pada 5.295 Senin.
MNC Sekuritas mencatat tiga sentimen penting yang akan mempengaruhi gerak IHSG besok. Tiga sentimen tersebut adalah pengumuman MSCI, nilai tukar rupiah, dan rilis data makroekonomi ekonomi China.
"Kami perkirakan dipengaruhi oleh (1) Respon lanjutan terhadap proposal MSCI; (2) Posisi Rupiah yang saat ini cenderung tertekan terhadap USD; (3) Investor akan mencermati PDB China, apabila menguat maka implikasinya ke Indonesia dapat dikatakan positif bagi komoditas," ungkapnya kepada detikcom, Minggu (18/10/2026).
(acd/acd)