Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengungkap mekanisme pemilihan saham untuk investasi di pasar modal. Danantara tidak memilih saham secara langsung, melainkan menggandeng mitra dari dalam dan luar negeri.
Managing Director Global Relations & Communications, BPI Danantara, Pahala Mansury menjelaskan pihaknya menggunakan jasa mitra investasi untuk menentukan saham yang akan dibeli. Pembelian saham didasarkan pada pertimbangan profesional masing-masing mitra.
"Jadi, cara kita berinvestasi di investasi publik, kita tidak memilih saham secara langsung. Kita merekrut mitra, baik itu di pasar global maupun juga di pasar lokal, kita memilih mitra yang nanti mereka lah yang akan melakukan investasi," ungkap Pahala dalam diskusi media di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2026).
Pahala mengatakan, Danantara menilai secara ketat sebelum menunjuk mitra investasi. Penilaian mencakup rekam jejak, kinerja investasi sebelumnya, pengalaman, hingga proses pengambilan keputusan investasi.
Terdapat tiga pertimbangan utama dalam memilih mitra, yakni kinerja historis, kualitas tim investasi, dan mekanisme pengambilan keputusan. Kinerja investasi pada periode sebelumnya menjadi salah satu faktor dengan bobot penilaian terbesar.
"Pasti dong, nggak mungkin kita berinvestasi mencari mitra tidak atas dasar bagaimana historical performance. Tidak atas dasar, jadi team kemudian investment decision making process, performance, ini tiga hal yang paling utama untuk bisa kita menentukan dan memilih," ujarnya.
Menurutnya, Danantara juga membuka peluang kerja sama dengan mitra investasi asing maupun lokal dari sektor swasta. Namun, Pahala tidak mengungkapkan identitas perusahaan yang telah ditunjuk untuk mengelola investasi tersebut.
Di sisi lain, Pahala mengungkapkan Danantara telah menempatkan dana investasi dalam jumlah cukup besar di pasar domestik. Danantara juga menyiapkan tambahan investasi dengan nilai yang kurang lebih setara dengan dana yang telah ditempatkan sebelumnya.
"Tetapi yang kita akan investasikan ya hampir sama dengan jumlah yang sebenarnya sudah kita investasikan sejauh ini. Jadi, hanya itu yang bisa kita sampaikan. Tambahan investasi yang kita siapkan itu adalah kurang lebih sama dengan apa yang sebenarnya sudah kita investasikan sebelumnya," tutup Pahala.
Lihat juga Video: Kebut Restrukturisasi, Danantara Kini Sudah Tutup 290 BUMN
(ily/ara)