Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional masih tinggi, terutama cabai yang kini dijual hingga Rp 90.000 per kilogram (kg). Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran, seperti buncis, timun, hingga kembang kol.
Berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026), harga cabai rawit merah mencapai Rp 85.000/kg dari sebelumnya Rp 70.000/kg sepekan lalu. Sementara itu, cabai merah keriting dijual Rp 90.000/kg setelah mengalami kenaikan dalam empat hari terakhir.
Septian, salah satu pedagang mengatakan harga cabai merah besar juga naik menjadi Rp 80.000/kg dari sebelumnya Rp 60.000/kg sekitar dua pekan lalu. Berbeda dengan komoditas lainnya, harga cabai rawit hijau masih stabil di level Rp 50.000/kg.
Menurut Septian, pasokan cabai ke pasar sebenarnya masih aman. Namun, tingginya permintaan di tengah keterbatasan barang membuat harga terus mengalami kenaikan.
Ia menyebut pasokan cabai berasal dari sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Bali, dan Lombok. Selain itu, Septian menduga program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi ketersediaan barang di pasar karena pembelian dilakukan langsung dari petani.
"MBG mereka bukan ke pasar juga, belinya ke petani langsung. Jadi stoknya ngaruh," kata Septian saat ditemui detikcom.
Kenaikan harga tersebut turut berdampak pada penjualan pedagang. Septian mengaku omzet dagangannya berkurang sekitar 15% karena konsumen mulai mengurangi jumlah pembelian.
Menurutnya, pembeli kini lebih banyak menyesuaikan kuantitas belanja dengan anggaran yang dimiliki. Kondisi tersebut membuat jumlah barang yang terjual ikut berkurang.
"Lebih ke daya belinya sih yang kurang. Mereka kurangin kuantitasnya, disesuaikan dengan budget pembelian biasa," ujarnya.
Harga Sayuran Ikut Naik
Selain cabai, Septian menyebut harga sejumlah sayuran juga mengalami kenaikan. Harga buncis, misalnya, kini mencapai Rp 32.000/kg dari sebelumnya Rp 18.000/kg dan belum mengalami penurunan selama tiga hingga empat bulan terakhir.
Kemudian, harga kembang kol naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000/kg. Harga timun bahkan melonjak dua kali lipat menjadi Rp 24.000/kg dari sebelumnya Rp 12.000/kg dalam empat hari terakhir.
Harga kol juga mengalami kenaikan dari Rp 10.000 menjadi Rp 14.000/kg. Meski sebagian besar komoditas mengalami kenaikan, harga telur ayam justru turun dari Rp 28.000 menjadi Rp 25.000/kg dengan kondisi pasokan yang masih aman.
"Timun malah Rp 24.000 per kilogram, padahal normalnya Rp 12.000. Ini naik dari 4 hari lalu," ujarnya.
Sementara itu, kondisi serupa ditemukan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan. Pedagang bernama Adui menjual cabai rawit merah seharga Rp 80.000/kg, lebih tinggi dibandingkan harga normalnya yang berkisar Rp 50.000-60.000/kg.
Adui mengatakan harga cabai rawit bahkan sempat menyentuh Rp 100.000/kg sekitar dua pekan lalu. Adapun cabai merah keriting kini dijual Rp 80.000/kg dari sebelumnya Rp 60.000/kg.
"Cabai rawit Rp 80.000 sekarang, 2 minggu lalu malah sempet Rp 100.000. Yang merah kriting juga sama, Rp 80.000. Naik dari Rp 60.000," tuturnya.
Harga cabai merah besar juga naik dari kisaran Rp 60.000 menjadi Rp 80.000/kg. Sementara itu, harga cabai rawit hijau masih stabil di level Rp 60.000/kg.
Pedagang lainnya di Pasar Tebet Timur juga mengungkapkan kondisi serupa. Harga cabai rawit merah di lapaknya mencapai Rp 80.000/kg dari harga normal Rp 50.000/kg.
Sementara itu, cabai merah keriting dijual Rp 80.000/kg setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp 90.000/kg. Dalam kondisi normal, komoditas tersebut biasanya dijual sekitar Rp 50.000/kg.
Simak juga Video 'Pramono: Cabai Sekarang Harganya Sudah Relatif Normal Kembali':
(acd/acd)