×
Ad

Transaksi OTC Rugikan Investor dan Pasar

Indro Bagus SU - detikFinance
Kamis, 13 Mar 2008 12:20 WIB
Jakarta - Transaksi obligasi melalui mekanisme perdagangan di luar bursa (over the counter/OTC) dinilai tidak efisien, karena mengurangi transparansi pasar dan bisa merugikan investor.

"Transaksi OTC tidak menciptakan transparansi pasar, sehingga investor tidak dapat mengetahui kondisi pasar pada real time. Dampaknya, mekanisme demand-supply tidak berjalan fair," ujar Direktur Perdagangan Fix Income BEI, Guntur Pasaribu, usai listing ORI004 di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (13/3/2008).

Selain itu, Guntur menjelaskan, akibat tidak terkoneksinya transaksi yang satu dengan yang lainnya berakibat pada tingginya biaya transaksi.

"Biasanya biaya transaksi OTC jauh lebih tinggi dibanding transaksi di bursa. Kalau transaksi di bursa, karena sistemnya sudah ada dan saling terkoneksi, biayanya jadi jauh lebih murah dan efisien," ulas Guntur.

Namun, saat ini transaksi obligasi melalui OTC lebih diminati investor. Menurut Guntur, hal ini disebabkan oleh beberapa hal.

"Lebih dari 50% transaksi obligasi terjadi melalui OTC. Sebabnya adalah mereka (investor) kurang mengetahui bahwa dari segi biaya, kecepatan informasi, keamanan dan jangkauan akses, transaksi di bursa jauh lebih efisien," papar Guntur.

Sebagai contoh, ulas Guntur, kasus gagal bayar Panin Capital. Ia mengatakan kasus seperti itu lebih mudah terjadi dalam transaksi OTC.

"Kenapa transaksi OTC masih menjadi pilihan utama karena kebanyakan pelaku transaksi obligasi adalah lembaga perbankan," jelas Guntur.

Saat ini perbankan belum bisa transaksi langsung di bursa, melainkan harus melalui broker. Oleh karena itu, BEI dan Bapepam-LK saat ini sedang membuat sistem yang bisa menjembatani masalah tersebut.

"Kita menyebutnya sistem semi bursa. Sekarang sedang digodok di Bapepam. Tujuannya agar transaksi obligasi bisa lebih transparan. Sehingga transaksi obligasi bisa sesuai dengan mekanisme pasar modal," ujar Guntur.



(dro/qom)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork