Indonesia Tak Mau Ikuti Saran IMF Naikkan Harga BBM

Indonesia Tak Mau Ikuti Saran IMF Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Jumat, 22 Jul 2011 15:05 WIB
Indonesia Tak Mau Ikuti Saran IMF Naikkan Harga BBM
Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan tak mau mengikuti saran dari lembaga dana moneter internasional (IMF) untuk menaikkan harga BBM subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/7/2011).

"Nggak semua omongan IMF harus kita ikuti," jelas Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya memang diberitakan Kepala IMF Asia Pasifik Thomas Rumbaugh menyarankan pemerintah Indonesia menaikkan harga BBM subsidi karena besarnya subsidi yang dikeluarkan pemerintah membuat APBN tidak efisien.

Kenaikan harga BBM subsidi bakal meningkatkan laju inflasi, tapi kenaikan inflasi tidak akan berlangsung lama.

Meskipun begitu, Hatta tidak mau mendengarkan imbauan dari pihak IMF ini. Menurut Hatta, pemerintah telah menyatakan tak akan menaikkan harga BBM subsidi.

"Kita telah menambah kuota konsumsi BBM subsidi menjadi 40,4 juta kiloliter. Tapi tetap kita melakukan suatu upaya penghematan dengan mengaktifkan kembali Inpres No.2 Tahun 2008 dengan melakukan penghematan besar-besaran karena kita pernah sukses dengan itu, kata Hatta.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengawasan distribusi BBM subsidi karena seringkali terjadi kebocoran.

"Pemerintah daerah harus ikut mengawasi kuota masing-masing provinsi. Penyelundupan dan penyalahgunaan yang harusnya untuk dikonsumsi masyarakat malah lari ke industri," katanya.

Karena itu, pemerintah menurut Hatta tidak akan menaikkan harga BBM subsidi. "Karena pemerintah sudah memikirkan semuanya tidak hanya dari sisi fiskal, tapi juga inflasi yang diimbulkan, daya masyarakat dan kemiskinan.


(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads