Sebenarnya lelang sudah mencapai tahap akhir, tinggal tersisa 2 calon dan PLN tinggal menunjuk pemenang. Tapi, Direksi PLN memutuskan untuk membatalkan lelang pengadaan tersebut, dan akan mengulang lelang dari awal lagi.
Terkait hal ini, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menilai bahwa kontraktor-kontraktor calon pemenang lelang kurang meyakinkan, kurang pas. Keraguan inilah yang membuat pihaknya memilih untuk membatalkan lelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika lelang diteruskan dan pemenang yang ditunjuk bukan 2 perusahaan yang masuk tahap seleksi akhir, tentu akan menimbulkan dugaan adanya kongkalikong. Maka lebih baik lelang diulang lagi dari awal, tentunya dengan penilaian yang fair.
"Kalau saya cari pemenang lain, nanti dia bilang saya mau menangin perusahaan yang itu. Nanti dibilang di belakang ada permainan sama pemenangnya," ujarnya.
Sebagai informasi, pembangunan PLTU Jawa 5 direncanakan sejak tahun 2014 saat PLN masih dipimpin oleh Nur Pamudji, dan sudah masuk dalam RUPTL 2016-2025. Calon pembangkit terbesar di Asia Tenggara ini ditujukan untuk menghindarkan Pulau Jawa dari ancaman krisis listrik di 2019.
Rencananya PLTU Jawa 5 sudah mulai konstruksi akhir 2016. Dalam RUPTL, PLTU Jawa 5 dijadwalkan bisa mulai beroperasi penuh dan memasok listrik (Commercial Operation Date/COD) di 2019. (feb/feb)











































