Follow detikFinance
Jumat 31 Mar 2017, 20:56 WIB

Jonan Minta Biaya Distribusi Gas ke PLTGU Belawan Diturunkan

Michael Agustinus - detikFinance
Jonan Minta Biaya Distribusi Gas ke PLTGU Belawan Diturunkan Foto: Dok. PLN
Medan - Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Sumatera Utara, Menteri ESDM Ignasius Jonan hari ini mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Belawan.

Kedua pembangkit tersebut merupakan pemasok utama atau setara dengan 25% kelistrikan di Sumatera Utara. Kapasitas total dari kedua pembangkit mencapai 720 MW. Porsi besar dari Belawan ini mengisyaratkan pentingnya menjamin keandalan pasokan gas untuk Belawan agar layanan kelistrikan di Sumatera Utara tetap andal.

Sejak dibangun sekitar 25 tahun yang lalu, hingga kini kemampuan PLTGU Belawan masih prima dan efisien. Pada awalnya pembangkit listrik ini menggunakan bahan bakar HSD (Solar), namun sejak Maret 2015 telah berhasil menggunakan Bahan Bakar gas yang berasal dari gas LNG eks Lapangan Tangguh, Papua, yang kemudian diproses regasifikasi di Terminal LNG Arun, lalu disalurkan melalui pipa gas sepanjang lebih dari 300 km ke Belawan.

Fasilitas Regasifikasi Arun merupakan upaya Pemerintah untuk memanfaatkan ulang aset. Di masa lalu, fasilitas tersebut digunakan untuk mengubah gas menjadi LNG, namun sejak 2015 digunakan untuk mengubah LNG menjadi Gas.

Penggunaan gas tersebut membantu menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) Pembangkit dari sekitar Rp 2.926/kWh menjadi Rp 1.255/kWh. Untuk mendukung upaya penurunan BPP Sistem Kelistrikan Regional Sumatera lebih rendah lagi, PLN akan terus mencari peluang agar BPP Pembangkit di Pusat Listrik Belawan bisa lebih efisien.

Dukungan Pemerintah dalam pengaturan harga gas domestik dan biaya infrastrukturnya sangat membantu dalam mengefisienkan biaya pembangkitan listrik di Belawan.

Dalam sambutannya, Jonan menyatakan harga distribusi gas dihitung secara riil dengan depresiasi selama 20 tahun, hal ini dilakukan agar gas yang disalurkan ke PLN lebih murah sehingga bisa menekan BPP.

Baca juga: Cerita PLN Soal Mahalnya Biaya Distribusi Gas ke Pembangkit Listrik

"Dengan BPP rendah otomatis harga akan murah. Untuk itu kita harus hitung ulang harga distribusi gas, intinya adalah mewujudkan harga listrik yang terjangkau untuk rakyat," ungkap Jonan dalam keterangan tertulis, Jumat (31/3/2017).

Pemanfaatan gas untuk kelistrikan akan terus dimaksimalkan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Saat ini pemanfaatan sekitar 95 mmscfd dan diakhir tahun 2017 akan naik menjadi 137 mmscfd setelah Pembangkit MPP Paya Pasir 75 MW serta PLTG GT 1,2 Belawan beroperasi dengan gas.

Pada tahun 2018, pemanfaatan gas juga akan naik menjadi 197 mmscfd seiring dengan beroperasinya MVPP (Marine Vessel Power Plant) 240 MW dengan bahan bakar gas.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Amir Rosidin, mengatakan pasokan tersebut akan meningkatkan efisiensi PLN dalam mengurangi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sebelumnya digunakan untuk mengoperasikan pembangkit di Pusat Listrik Belawan.

"Tambahan porsi gas untuk bahan bakar pembangkit ini akan memperkuat pasokan listrik khususnya ke Sumatera bagian Utara," kata Amir.

Baca juga: Ini Jurus Jonan Atasi Biaya Distribusi Gas Mahal

Pada periode awal 2017 ini beban puncak di sistem Sumatera Bagian Utara mencapai sekitar 1.950 MW, dan untuk memperkuat sistem kelistrikan di wilayah ini, target awal semester II tahun 2017 akan masuk pembangkit baru yakni PLTP Sarulla 2 kapasitas 100 MW serta MVPP Belawan 240 MW. Selain itu akan dilakukan pula transfer listrik dari sumatera Selatan via tol listrik 275 kV sebesar 200 MW.

"Kami yakin reserve margin di Sumatera Utara pada akhir 2017 mencapai sekitar 20%," ujar Amir.

Pada tahun 2019 ditargetkan reserve margin mencapai angka ideal sekitar 30%, seiring beroperasinya PLTU Pangkalan Susu 3 dan 4 dengan kapasitas 2x200 MW.

Masuknya pembangkit panas bumi dan batu bara diharapkan dapat membantu menurunkan BPP di sistem kelistrikan Sumatera. (mca/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed