Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Mei 2017 13:55 WIB

Mau Tanam Rp 26 T di RI, Uni Emirat Arab Minta Perlindungan Investasi

Michael Agustinus - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pada 18 Mei 2017 lalu, Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan minat kerja sama senilai US$ 2 miliar alias Rp 26,6 triliun dengan Indonesia.

Sebagai tindak lanjut atas rencana tersebut, perwakilan dari UEA hari ini datang ke Kantor Kemenko Perekonomian untuk membicarakan jaminan perlindungan atas investasi mereka di Indonesia.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, yang ditunjuk Jokowi menjadi penghubung investasi Timur Tengah, mengungkapkan bahwa UEA ingin mengetahui aturan pasar modal di Indonesia, penyelesaian masalah lewat arbitrase, kebijakan nasionalisasi, dan sebagainya.

"Kita bahas investment protection untuk mereka, ini payungnya lah. Misalnya mengenai expropriation, nasionalisasi. Yang krusial berkaitan dengan UU Pasar Modal kita seperti apa, kalau arbitrase nanti seperti apa," kata Arcandra saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Perlindungan investasi untuk UEA akan dituangkan dalam sebuah perjanjian. Saat ini masih pembahasan awal. "Bentuknya nanti investment protection agreement," tukas Arcandra.

Perusahaan minyak asal UEA, Mubadala, sudah menyatakan minatnya untuk bekerja sama dengan PT Pertamina di sektor hulu migas. Lalu di sektor energi terbarukan, Masdar ingin menggandeng PLN membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata.

Kedua rencana investasi itu, kata Arcandra, terus dimatangkan bersama Pertamina dan PLN. Jika sudah ada investment protection agreement, Mubadala dan Masdar tentu lebih nyaman menanamkan uangnya di Indonesia.

Arcandra berharap nantinya perusahaan-perusahaan UEA lainnya juga tertarik berinvestasi di Indonesia. "(Rencana investasi Mubadala dan Masdar) Tetap lanjut, ini kan payungnya. Kalau sudah ada payungnya kan dia lebih enak. Saya berharap bisa lebih banyak lagi," ucapnya.

Tak hanya untuk UEA saja, investor dari negara-negara Timur Tengah lain juga akan diberi pelayanan semaksimal mungkin supaya mau menanam modal di Indonesia.

"Sekarang kita bahas Emirat dulu, next Qatar dan yang lain-lain. Kita akan selesaikan yang berkaitan dengan investment protection," tutupnya. (mca/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com