Follow detikFinance
Selasa, 13 Jun 2017 21:35 WIB

KEIN Usul RI Manfaatkan Thorium Sebagai Alternatif Energi Murah

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengusulkan pemanfaatan thorium sebagai alternatif energi di dalam negeri. Dengan memanfaatkan thorium, ketergantungan akan energi berbasis fosil bisa semakin berkurang.

Terlebih lagi, cadangan energi berbasis fosil seperti minyak bumi semakin menipis. Sehingga dibutuhkan alternatif energi lain.

"Saat ini pokja mengkaji berbagai EBT atau torium masuk ke dalam energi nuklir," kata Ketua Pokja Industri Energi dan Sumber Daya Mineral KEIN, Zulnahar Usman di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).


Zulnahar menambahkan, dengan memanfaatkan thorium sebagai bahan bakar pembangkit listrik bisa menurunkan biaya produksi listrik. Thorium merupakan salah satu jenis nuklir di samping uranium, namun limbah radio aktif yang dihasilkannya jauh lebih rendah dibanding uranium.

"Thorium luar biasa kalau sekarang hitung TDL non subsidi Rp 1.467,28 artinya berapa sen dengan valuta sekarang mungkin lebih dari 10-11 sen. Kalau perhitungan kita kalau masuk ke thorium enggak lebih dari 3-4 sen, ini harus kita dorong," kata Zulnahar.


KEIN mendorong pemerintah untuk serius mengkaji pemanfaatan torium sebagai alternatif energi. Pasalnya di 20016 lalu Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) memperkirakan ada sekitar 210.000-280.000 ton thorium yang tersimpan di perut bumi Indonesia.

"Sehingga pemerintah dalam hal ini yang punya kepentingan harus dukung karena punya sources besar," tutup Zulnahar. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed