Ini Tujuan Sri Mulyani Pantau Utang PLN

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rabu, 01 Nov 2017 10:31 WIB
Foto: Pool/Agus Trimukti/Humas PLN
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memantau kondisi keuangan PT PLN (Persero). Langkah ini dilakukan karena PLN juga memiliki pekerjaan besar yaitu proyek 35.000 megawatt (MW).

"Tugas Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara melakukan pemantauan seluruh prioritas pembangunan digariskan Presiden supaya mencapai target prioritas tersebut. Namun tetap juga memperhatikan risiko jangan sampai dilemahkan risiko tidak terdeteksi," ujar Sri Mulyani Jumpa Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Pusat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).

Sri Mulyani menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir. Hal ini dilakukan guna menjamin kelanjutan pembangunan proyek-proyek PLN.

"Telah berkomunikasi langsung dengan Menteri ESDM, Menteri BUMN dan Direktur Utama PLN mengenai kondisi keuangan dan apa-apa yang perlu diperhatikan di dalam menjaga misi PLN menjaga tugas pembangunan elektrifikasi seluruh Indonesia," kata Sri Mulyani.


Sri Mulyani memantau kondisi keuangan PLN baik dari sisi neraca keuangan maupun kewajiban dalam hal ini utang.

"Memantau kondisi neraca baik dari sisi kas maupun kewajiban. Kerja sama Menteri ESDM dan Menteri BUMN yakinkan faktor-faktor bisa mempengaruhi kemampuan PLN jaga likuiditas dan kemampuan bayar utang kembali bisa dijaga lebih baik," tutup Sri Mulyani.

(ara/ang)