Arcandra Sebut RI Tak Bakal Impor Gas Sampai 2019

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 21 Nov 2017 11:04 WIB
Ilustrasi Foto: Rista Rama Dhany
Jakarta - Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, memastikan Indonesia tak bakal impor gas hingga 2019 nanti. Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Indonesia Gas and LNG Buyers Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Dia bilang, pasokan gas dari dalam negeri masih mencukupi menyusul masih adanya sumber gas yang menganggur atau tidak terserap dari PLN maupun blok-blok migas yang akan dimulai.

"Kita memiliki kargo yang tidak terserap (uncommitted) sejak 2017, 2018 juga masih ada. Tapi mungkin saja kami masih memiliki kargo yang tidak terserap di tahun 2019. Namun pertanyaannya, apakah kita perlu impor di 2019? Berdasarkan perkiraan terbaik pemerintah sampai sekarang, kita mungkin tidak akan mengimpor LNG sampai 2019, karena kita punya uncommitted untuk PLN. Ketika Masela nanti dimulai, kita juga akan punya uncommitted lebih banyak lagi," katanya.

Secara ekspor, Arcandra juga bilang ekspor LNG Indonesia menurun angkanya dari 2013 ke 2017. Sementara tren penggunaan dalam negeri naik dari 2013 ke 2017.

"Jika anda lihat trennya seperti itu, di 2018 dan 2019, ini juga akan sekitar segitu trennya," tutur dia.

Namun demikian, Arcandra enggan menyebutkan berapa proyeksi produksi gas yang akan dihasilkan pada tahun-tahun mendatang.

"2018 sudah ada angkanya. Tapi saya janji gas balancenya kita perbaiki. Ini sedang kita selesaikan. Kita lihat nanti angkanya," tukasnya.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia Tahun 2016-2035 yang diluncurkan Kementerian ESDM, Indonesia diperkirakan akan mulai impor gas pada 2019.

Dua tahun lagi, diperkirakan total pasokan gas dari dalam negeri sebesar 7.651 MMSCFD. Sedangkan permintaan gas mencapai 9.323 MMSCFD, sehingga harus impor sebanyak 1.672 MMSCFD. (eds/ang)